FOKUS JATENG – BOYOLALI – Puluhan pelajar pemuda berseragam khas merah putih berlatih baris-berbaris di bawah panas terik matahari. Bergabung dengan pasukan dari Polres Boyolali, mereka menjalani latihan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Boyolali tahun 2017, Jumat 11 Agustus 2017 di Alun-Alun Kidul Boyolali.
Setelah melewati tahapan seleksi dari Disporapar Kabupaten Boyolali, sebanyak 67 siswa SMA/SMK di Kabupaten Boyolali terpilih sebagai petugas yang akan mengibarkan bendera dalam Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indoensia pada Kamis 17 Agustus 2017 mendatang. Selain tugas tersebut, mereka juga disiapkan sebagai kader muda generasi bangsa.
”Paskibraka sebenarnya tidak hanya menyiapkan mengibarkan bendera, namun sebagai kader bangsa dan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan,” terang Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kankesbangpol) Kabupaten Boyolali, Supamaharja di kantornya.
Supama menambahkan, Paskibraka ini sebagai salah satu langkah menjaga keutuhan NKRI. Selain itu tujuan bangsa Indonesia hal tersebut mendasar dengan adanya Pancasila sebagai ideologi bangsa yang final sesuai kesepakatan pendahulu dan pendiri bangsa. “Ideologi yang pas adalah Pancasila, dalam Paskibraka dibekali wawasan kebangsaaan dan ketahanan nasional,” imbuh Supama.
Dalam masa pelatihan yang menjadi tanggungjawab Kankesbangpol, enam orang pelatih dari unsur TNI/Polri dari satuan Kodim 0724/Boyolali, Polres Boyolali, Yonif 408 dan Brimob dilibatkan. Jadwal ketat dilakukan anggota Paskibraka Boyolali setelah menjalani tes kebugaran dan cek kesehatan pada Kamis (20/7) lalu. “Jadwal ketat Paskibraka telah disusun dengan melewati tahapan Pralat [Pra latihan] 1 dan Pralat 2 serta masa karantina,” imbuh Supama.
Pralat-1 terang Supama dilakukan dari Kamis-Senin (27-31/7) dengan materi latihan penguatan fisik, kemudian dilanjutkan Pralat-2 pada Selasa-Sabtu (1-5/8) dengan porsi latihan ditingkatkan. Kemudian untuk masa karantina dilakukan pada Senin-Jumat (7-18/8) dengan mengambil tempat di Wisma Sejahtera untuk tempat penginapannya. Hal tersebut ditempuh karena Asrama Haji Donohudan saat ini berbarengan dengan musim ibadah haji. Sementara latihan tetap dilakukan di alun-Alun Kidul sebagai lokasi pelaksanaan upacara.
Dalam prakteknya, Paskibra dituntut untuk disiplin dan kecerdasan. Penguasaan lapangan dan kecerdasan dan menyusun skenario dalam untuk menghadapi kendala dan permasalahan yang dimungkinkan muncul.
Sementara salah satu peserta Paskibraka, Muhammad Trian Putra yang mengungkapkan rasa bangganya terpilih dalam Paskibraka Boyolali 2017. “Bangga, senang, terharu terpilih menjadi Paskibraka Boyolali semoga mampu menjadi yang terbaik tugas pengibaran mendatang,” terang siswa kelas XI SMA 1 Teras ini. (*)