FOKUS JATENG — KARANGANYAR — Densus 88 Mabes Polri menggeledah rumah Achmad Romadlon Deny, warga Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (15/8/2017) sore.
Sebelumnya, pria kelahiran kelahiran Brebes, 25 Mei 1986 tersebut ditangkap setelah diduga terkait kasus terorisme.
Dalam penggeledahan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.15 WIB, Polisi mengamankan 18 item barang bukti. Barang bukti antara lain berupa dokumen, buku, kaos lengan panjang, 8 VCD, dua handphone, dan sim card. Barang barang itu selanjutnya akan didalami oleh tim Densus 88.
“Mengenai keterlibatannya dan jaringan apa, yang merilis dari Mabes Polri,” tandas Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak usai menggeledahan, Selasa (15/8) petang. Polres Karanganyar sifatnya hanya memback up proses penggeledahan yang dilakukan Densus.
Dari informasi dihimpun, Achmad Romadlon Deny ditangkap Minggu (14/8/2017) petang sekitar pukul 18.15 WIB. Penangkapan dilakukan di depan salah satu rumah makan di desa setempat. Kala itu, yang bersangkutan tengah pulang dari Masjid.
Ketika sampai di depan rumah makan, mendadak datang mobil Toyota Inova warna hitam. Orang orang yang di dalam mobil lalu keluar dan memegang Achmad Romadlon Deny. Ia lalu dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa pergi menuju jalan raya Solo-Tawangmangu. Belakangan, orang orang itu merupakan anggota Densus 88.
Terpisah, Marto Wiyono,63, mertua Achmad Romadlon Deny mengaku kaget atas penangkapan anak menantunya. Dirinya baru tahu ketika Polisi menggeledah rumah yang ditempati anak dan menantunya tersebut.
Rumah yang ditinggali merupakan warisan dari neneknya Ns, istri Achmad Romadlon Deny. Pasangan suami istri itu baru memiliki satu anak laki laki berumur dua tahun. Mereka menikah sekitar tiga tahun lalu. Kesehariannya, menantunya mengajar mengaji keliling.
Sementara salah satu perangkat Desa Karang, Tarso mengatakan, Achmad Romadlon Deny bersama keluarganya menempati rumah itu sejak tahun 2014. Namun dirinya tidak mengetahui aktivitas sehari-hari yang bersangkutan. “Dia orangnya tertutup,” ucap Tarso.