
Wabup Boyolali M Said Hidayat kampanyekan Imunisasi Campak Rubella di Boyolali di Semar Resto, Boyolali. | Yulianto
FOKUS JATENG – BOYOLALI – Pemerintah pada Agustus mendatang akan melaksanakan vaksinasi meales dan rubella untuk anak usia 9 bulan-12 tahun. Sementara untuk wilayah Boyolali menyasar 235.000 anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Sherly Jeanne Kilapong mengatakan, pendataan sasaran imunisasi tersebut dilakukan sebelum kenaikan kelas.
“Pendataan ini kan kami lakukan sebelum kenaikan kelas, jadi nanti kemungkinan akan ada perubahan. Tapi paling ada pada kisaran angka itu,” ujar Sherly di sela kampanye Imunisasi Campak Rubella di Boyolali di Semar Resto, Boyolali, Selasa 18 Juli 2017.
Sherly menambahkan, program ini diselenggarakan untuk melengkapi imunisasi dasar lengkap dan menekan angka kesakitan dan kematian anak, yang diawali di Pulau Jawa pada Agustus dan September. Tahap pertama pada bulan Agustus pemberian vaksi akan dilakukan di semua sekolah mulai dari PAUD hingga SMP.
“Untuk September akan dilakukan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, posyandu dan sebagainya,” kata. Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Lina, mengatakan imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.
Vaksin MR ini menggantikan vaksin campak yang selama ini dipakai.Dijelaskan dengan vaksinasi rubella ini maka anak anak akan terhindar dari campak, dan itu berlaku sampai dewasa tetap terhindar. ”Ini memang menjadi tantangan kami untuk segera mewujudkan Boyolali sebagai wilayah bebas campak,” ujarnya.