Dishub Sragen Genjot Pendapatan Retribusi Parkir

Ilustrasi (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – SRAGEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen berupaya meningkatkan pendapatan dari retribusi parkir. Salah satu upaya yang dilakukan memperluas daerah rintisan. Sementara itu belum ada upaya untuk menaikkan tarif parkir.

Pada tahun 2016, pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir kendaraan di tepi jalan umum sebesar Rp 725 juta. Sedangkan sampai tahun 2017 ditargetkan Rp 745 juta. Peningkatan tersebut diupayakan dari perluasan daerah rintisan.

Saat ini terdapat 5 rayon/zona parkir tepi jalan umum. Total yang terdata ada 278 titik parkir tepi jalan umum dan 358 petugas juru parkir (jukir). Tarif parkir saat ini Rp 1.000 untuk motor dan Rp1.500 untuk mobil.

Kepala Dishub Sragen Muhari saat ditemui wartawan di kantornya menyampaikan, pihaknya mencari parkir-parkir rintisan untuk dimasukkan dalam rayon. Semua parkir di Sragen dikelola oleh Paguyuban Parkir Sragen (PPS). Sedangkan pengelolaan rayon di bawah PPS.

”Kami mencari rintisan, jika sudah ada petugas parkir ke PPS. Kemudian langsung setor ke Kasda. Bukti setornya diserahkan ke kami,” ujarnya Senin 31 Juli 2017.

Dishub hanya mengelola parkir yang ada di tepi jalan umum. Ke depan, untuk parkir yang ada sejumlah tempat seperti di Technopark dan Kridoanggo akan dikelola Dinas Perumahan dan permukiman (Perkim). ”Perdanya masih baru akan diusulkan,” kata dia.

Sedangkan untuk penertiban jukir, dia mengaku banyak temuan dan keluhan. Saat ini di Kota Sragen parkir harus nol derajat. Kadang jukir tidak mau mengatur dan membandel dengan 45 derajat. Selain itu karcis ada yang menarik Rp 2.000, padahal di perda hanya Rp 1.500. ”Biasanya alasan mereka saat diambilkan kembalian sudah jalan duluan,” tandasnya.

Sebelumya, Kepala Seksi (Kasi) Teknik Terminal dan Perparkiran Dishub Sragen Rahmadi cukup optimistis target PAD bisa dicapai pada akhir tahun. Pasalnya, pada pertengahan tahun ini realisasi PAD sudah sekitar 50 persen dari target.

Pendapatan terbesar retribusi parkir berasal dari rayon kota dan seputar Pasar Bunder. Dia menegaskan terus dilakukan pengembangan lokasi-lokasi parkir untuk mendongkrak pendapatan. Sejumlah lokasi baru rintisan tengah diinventarisasi.