Bupati Sragen: Ayo Ramai-Ramai Ikut Imuniasi Measles Rubella…

Gerakan nasional imunisasi MR yang berlangsung di SDN Karang Pelem, Kecamatan Kedawung, Sragen, Selasa 1 Agustus 2017. | Huriyanto (/Fokusjateng.com)

Gerakan nasional imunisasi MR yang berlangsung di SDN Karang Pelem, Kecamatan Kedawung, Sragen, Selasa 1 Agustus 2017. | Huriyanto

FOKUS JATENG – SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati akan mengancam blacklist bagi warga yang menolak anaknya diimunisasi. Hal ini diungkapkan di sela simbolik imunisasi Measles Rubella (MR) di SDN Karang Pelem, Kecamatan Kedawung, Sragen Selasa 1 Agustus 2017.



Ancaman orang tua yang menolak imunisasi harus bersiap-siap menerima sanksi sosial. Jika kelak putra-putrinya terkena penyakit campak rubella, harus siap menerima cibiran dari masyarakat.

Pemkab menargetkan 95 persen dari 211.624 anak wajib vaksin, harus terimunisasi MR. Dalam masa sosialisasi selama dua bulan, Agustus-September, pemkab memaksimalkan imunisasi MR bagi anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.

Imunisasi MR merupakan gerakan nasional untuk menciptakan genarasi yang sehat dan kuat. Sehingga harus didukung masyarakat. MR dinilai memiliki dampak kesehatan sangat besar, bahkan orang tua yang mengandung pun jika terkena MR, terancam melahirkan anak yang cacat permanen.



”Rubella ini menular. Kalau mereka tidak mau divaksin dan terkena, maka berdampak pada lingkungan. Sehingga akan menimbulkan cibiran dari masyarakat. Hukum sosial itu yang kita harapakan akan berbicara langsung,” tandas bupati.

Penyerahan vaksin secara simbolik di Kabupaten Sragen berlangsung di SDN Karang Pelem, Kedawung. Selain bupati, hadir juga Wakil Bupati Dedy Endriyatno. Bupati menyuntikkan vaksin kepada siswi SDN Karang Pelem dan dilanjutkan kepada puluhan siswa-siswi sekolah tersebut.