
Ritual Tungguk Tembakau di Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali, Kamis 3 Agustus 2017. | Ichwan Prihantoro
FOKUS JATENG – BOYOLALI – Ritual ”Tungguk Tembakau” yang digelar di lereng Gunung Merbabu, Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali, sarat dengan maknal. Dilihat dari sisi budaya, ritual ini merupakan kearifan lokal warga pegunungan, khususnya petani tembakau yang harus dijaga eksistensinya.
Warga desa setempat masih menjaga ritual ini lantaran menjadi sarana untuk menjaga kesenian dan budaya lokal. Meski hanya lokal, namun acara ini menjadi agenda tahunan – setiap panen tembakau – yang dikenal hingga tingkat nasional, bahkan internasional.
Baca juga: Rangkaian Acara Berbau Budaya Bakal Warnai Tumbuk Tembakau 2017
Ritual ini dipusatkan di sebuah pemakaman desa setempat yang dekat dengan perkebunan tembakau. Masyarakat mengarak gunungan hasil bumi dari rumah mereka menuju pemakaman. Lantas tokoh agama setempat memimpin doa keselamatan bagi masyarakat dan berharap pertanian tembakau semakin subur.

Warga membawa hasil bumi di ritual Tungguk Tembakau Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali, Kamis 3 Agustus 2017. | Ichwan Prihantoro
Setelah prosesi ritual di pemakaman kelar, kemudian warga secara simbolik memetik daun tembakau. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang hadir pada kesempatan itu ikut memetik daun tembakau. ”Semoga petani tembakau semakin maju. Dan menghasilkan panen yang bagus,” kata Ganjar.
Usai petik tembakau, Ganjar dan rombongan menemui warga yang berjajar di jalan akses pemakaman. Mereka tidak luput dari jabat tangan dan situasi tampak cair. ”Pripun kabare pak, bu, lak sae to (Gimana kabarnya pak, bu, baik kan),” tanya Ganjar kepada warga. Kemudian disambut ”njih pak”.
Tradisi yang dikhususkan tembakau ini memiliki peran penting di masyarakat. Hal ini mengingat komoditas tersebut menjadi tumpuan ekonomi warga setempat dari generasi ke generasi. ”Dengan tembakau masyarakat bisa menyekolahkan anak dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya,” terang Dwi Kristianto, penggagas acara sekaligus koordinator panitia Tungguk Tembakau 2017.
Baca juga: Tungguk Tembakau 2017 sebagai Pengingat Peran Petani di Bidang Ekonomi
Tembakau ini, lanjut dia, merupakan komoditas yang paling menguntungkan masyarakat di lereng Merapi-Merbabu dibanding komoditas lain. Selain itu, warga sudah cukup lama bercocok tanam tembakau . ”Tidak diketahui kapan tradisi bertanam tembakau ini dilakukan,” papar dia.