
Sniper dari Perbakin Solo didatangkan untuk menghalau kera liar di kawasan hutan Kecamatan Karanggede, Boyolali, Selasa 8 Agustus 2017. | Yulianto
FOKUS JATENG – BOYOLALI – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pemprov Jawa Tengah (Jateng) mendatangkan ahli kera dari Cilacap ke hutan Kecamatan Karanggede, Boyolali. Langkah ini diambil untuk membaca karakter kera yang lepas liar di kawasan hutan tersebut.
”Ahli kera ini bisa melihat karakter kera yang lepas di Karanggede, Boyolali. Jika benar kera yang sempat dipelihara manusia, maka bisa dibaca karakternya. Yaitu ahli di bidang tersebut,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pemprov Jawa Tengah (Jateng) Ir. Sugeng Riyanto, Selasa 8 Agustus 2017.
Pihaknya bersama tim dari provinsi mengecek langsung kondisi hutan yang dijadikan tempat teror kera ekor panjang tersebut. Sugeng juga menjalin koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan selanjutnya. ”Kami juga koordinasi dengan Perbakin Solo untuk menghalau kera,” ujar dia.
Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sehingga warga yang beraktivitas di kebun maupun mencari kayu di hutan tidak diteror kera lagi. ”Pemuda wilayah setempat juga kita rangkul untuk menjaga aktivitas warga di kebun,” paparnya.
Dia menjelaskan, kera ekor panjang ini dinilai peliharaan manusia yang lepas. Hal ini mengingat di wilayah tersebut tidak ada habibat kera. Sehingga penangannya berbeda dengan kera liar di hutan-hutan, seperti lereng Merapi maupun Merbabu.
Karakteristik kera ini nanti dinilai bisa dibaca oleh ahli atau pawang. Sebab perilaku kera ini cukup aneh. Yakni setelah menyerang warga di suatu tempat, sore harinya sudah menyerang di lokasi lain dengan jarak cukup jauh. ”Serangannya bisa berjarak tujuh kilometeran dari titik serangan pertama,” jelas Sugeng.
baca juga: