Kirab Budaya di Solodiran Berbau Politik?

Kirab Warga Solodiran, Manisrenggo, Klaten, Selasa (22/8/2017). (FokusJateng/Joko Larsono) (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG — KLATEN — Antusias Warga Desa Solodiran, Manisrenggo, Klaten untuk mengikuti kirab budaya cukup tinggi. Hal itu terlihat ribuan warga Solodiran dengan berbagai kreasi yang dibuat oleh masing-masing rukun warga (RW) di 13 RW setempat.

Adapun kreasi warga saat mengikuti kirab itu di antaranya gunungan yang dibuat dari hasil bumi, pakaian adat, replika orang yang merajang tembakau, serta berbagai mobil hias.

Dalam kirab itu warga menempuh jarak sekitar 4 kilometer dengan mengeliligi desa kemudian berakhir di Tugu Rajangan Tembakau sekaligus doa bersama.

Warga Solodiran, Manisrenggo, Klaten kirab, Selasa (22/8/2017). (FokusJateng/Joko Larsono)

Dalam kirab budaya itu, Kepala Desa (Kades) Solodiran, Ariyanta Sigit Suwanta juga sempat mengajak para peserta kirab untuk mendukung pencalonan gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng periode 2018-2023 mendatang.

“Yang pertama dalam kirab ini merupakan wujud syukur kita, kemudian digelar doa bersama dengan tujuan agar para petani tembakau bisa menghasilkan panen yang melimpah juga para pedagangnya. Harapannya bisa sukses,” kata Kepala Desa (Kades) Solodiran, Ariyanta Sigit Suwanta kepada wartawan, Selasa (22/8/2017).

Terkait anggaran kirab, kata Sigit, biaya adalah murni swadaya masyarakat sendiri. “Panen tembakau agar melimpah. Di Solodiran pada tahun ini sendiri ada 80 hektare sedangkan se kecamatan Manisrenggo ada 600 hektare. Ditahun ini petani tembakau disini sempat gagal panen,” tandasnya.