Nestapa Mbah Mangun Warga Sragen….Harus Hidupi Tiga Anggota Keluarga di Usia Senja!

Mba Mangun yang menghidupi keluarganya di usai senja. Huriyanto (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – SRAGEN – Trenyuh! Mungkin kata ini yang mencuat kali pertama ketika melihat kehidupan Mangun Dikromo (76). Warga Dukuh Bulak Manyar, RT 22 Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, ini terpaksa merawat tiga anggota keluarganya di usia senja. Tiga keluarganya ini yakni istri (yang juga berusia senja) dan saudara perempuan yang sakit serta cucu laki-laki yang menderita sakit jiwa.

Mereka tinggal dalam satu rumah kecil terbuat dari papan dan bambu dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan. Parahnya, keluarga miskin tersebut belum pernah mendapat bantuan apa pun dari pemerintah.

”Mau berobat nggak punya uang. Kalau nanti dibawa ke rumah sakit malah repot, nanti yang di rumah siapa yang ngurusi?” kata Mbah Mangun, sapaan akrabnya, Senin 21 Agustus 2017.

Sudah cukup lama Mbah Mangun merawat istrinya bernama Wagiyem (75). Kemudian dua saudara perempuannya yakni kakak Sutiyem (90) dan adiknya Sarmi (70). Sedangkan cucunya, Muh Hariyanto (40).

Ketiga perempuan ini sudah lama dalam kondisi sakit dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sedangkan Hariyanto sendiri juga mengalami gangguan jiwa.

Mbah Mangun mengaku, kendati mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun tidak mampu untuk membawa istri dan kedua saudara iparnya tersebut berobat ke rumah sakit. Pasalnya, kalau mereka semua dirawat di rumah sakit mbah Mangun bakalan kuwalahan mengurusi biaya hidupnya setiap harinya.

Selama ini  mbah Mangun hanya bekerja serabutan mengumpulkan kayu bakar untuk dijual. Untuk sekadar urusan makan sehari-hari saja kadang dibantu oleh tetangganya.

Sementara anak-anak mereka sendiri ada yang tinggal di Semarang dan Jakarta. Bahkan salah satu anak dari Sarmi yang tinggal di Jakarta juga mengalami sakit, kakinya diamputasi. Anak dari Mbah Mangun sendiri sudah lama tidak pulang dan tak bersedia mengurusi orang tuanya. Dia berharap pemerintah mau memperhatikan nasib dan memberi bantuan kepada keluarganya.