FOKUS JATENG – BOYOLALI – Peristiwa kebakaran terjadi di tiga lokasi yang berbeda di wilayah Boyolali, Kamis 24 Agustus 2017. Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun kerugiannya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kebakaran ini pertama melanda lahan kosong di Dukuh Ngangkruk, Desa Ngaru- aru, Kecamatan Banyudono. Kemudian bengkel milik Budi (24) di Dukuh Kebonagung, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak. Terakhir oven tembakau di Dukuh Bantulan, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono.

Mobil damkar stanby di oven tembakau Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono dalam pemadaman api Jumat 25 Agustus 217. Yulianto
Petugas pemadam kebakaran (damkar) Boyolali langsung bergegas menuju lokasi kebakaran. Tindakan cepat dan akurat dilakukan lantaran kebakaran di lahan kosong Ngangkruk, Banyudono dekat dengan jaringan listrik trafo PLN. ”Kejadiannya Kamis pukul 18.00,” kata Naryo, petugas damkar Boyolali, Jumat 25 Agustus 2017.
Kemudian proses pemadaman di sebuah bengkel di Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak dibantu oleh damkar Kota Solo. Hal ini mengingat lokasinya dekat Solo dan damkar Boyolali masih menjinakan api di lahan kosong Ngangkruk. ”Api di dua lokasi kejadian berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun luka,” jelas dia.
Kebakaran yang terjadi di dua petak oven tembakau milik Cipto Harjono di Dukuh Bantulan, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, sekitar pukul 07.00 Jumat 25 Agustus 2017. Bangunan ini disewa Purwoko, warga Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono.
Oven tembakau ini berisi 5 ton tembakau. Kali pertama yang melihat kebakaran yakni Suparjo (45), pekerja setempat. ”Langsung saya sampaikan ke Pak Purwoko,” katanya. Mendengar kebakaran, Purwoko pun minta bantuan tim damkar Boyolali untuk pemadaman.
Terkait kerugian, dia menyebut tembakau yang dioven adalah tembakau kualitas B dengan harga Rp 1.600/kg tembakau basah. Sehingga kerugian tembakau mencapai Rp 8 juta. Ditambah bangunan oven senilai Rp 30 juta.