FOKUS JATENG — KARANGANYAR — Peserta kontes Putra Putri Lawu 2017 yang sudah masuk nominasi sepuluh besar dibekali pengetahuan tentang lingkungan hidup. Mereka diharapkan paham tentang penanganan lingkungan hidup, khususnya sampah yang merupakan sumber permasalah utama dalam dunia pariwisata.
Kepala Disparpora (Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga) Karanganyar, Titis Sri Djawoto berharap para finalis sepuluh besar Putra Putri Lawu tahun 2017 paham dan peka terhadap pentingnya lingkungan hidup.
“Mereka yang masuk sepuluh besar akan kami ajak belajar bersama bagaimana menangani sampah yang problem utama dunia pariwisata,” kata Titis saat pembekalan peserta Putra Putri Lawu. Lebih jauh komandan Disparpora Karanganyar berharap, para finalis akan menjadi agen wisata yang mumpuni.
“Harapan saya para finalis ini menjadi agen wisata yang mumpuni, mereka tidak hanya tahu seluk beluk destinasy wisata namun juga faham kondisi serta problem destinasi wisata yang ada,” paparnya di hadapan awak media.
Menurutnya, seiring kemajuan imformasi para wisatawan baik lokal maupun internasional juga semakin kritis. “Para wisatawan sekarang tidak begitu saja percaya imformasi melaluli medsos ataupun foto-foto yang disebar, mereka butuh bukti kongkrit,” ujarnya.
Diikuti 108 peserta, kontes ini sudah memasuki tahapan penjaringan 10 besar baik putra maupun putri. Para calon Duta Wisa yang masuk sepuluh besar akan diberi tambahan berbagai disiplin ilmu yang berkenaan dengan dunia pariwisata. Rencananya malam grand final Putra Putri Pariwisata akan di gelar di Terminal Mbangun Makhuto Romo Karangpandan pada 30 Agustus 2017 mendatang.