FOKUS JATENG — JAKARTA — Para guru dan siswa diimbau menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam tiga stanza saat menggelar upacara bendera setiap hari Senin. Imbauan itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.
Ia meminta guru-guru agar mengenalkan dan mengajarkan lagu Indonesia Raya tiga stanza kepada siswa. Menurutnya, lagu Indonesia Raya tiga stanza juga berperan dalam penerapan gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk menanamkan nilai nasionalisme.
Mendikbud sebagaimana dikutip dari situs resmi Kemendikbud mengatakan, Indonesia Raya tiga stanza merupakan keutuhan dari lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. “Karena yang biasa dinyanyikan itu bagian awal. Itu pendahuluan. Intinya di bagian tengah dan penutup di akhir,” katanya.

Warga lereng gunung Merapi dan Merbabu di Selo, Boyolali menggelar upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dan membentangkan bendera raksasa berukuran 10 x 30 meter, Kamis (17/8/2017). (FokusJateng/Ichwan Prihantoro)
Ia berharap, lagu Indonesia Raya tiga stanza dapat menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air, serta kesadaran membela negara. “Indonesia Raya tiga stanza itu jadi salah satu pintu masuk untuk menanamkan nasionalisme. Kita juga masih punya banyak cara lain,” tuturnya.
Sosialisasi
Terkait dengan hal ini, Mendikbud pun menggelar sosialisasi tutorial lagu Indonesia Raya pada September – Oktober 2017. Sosialisasi ini utamanya untuk lebih mempopulerkan lagu Indonesia Raya 3 stanza kepada publik.
Tutorial lagu Indonesia Raya tersebut direkam di Lokananta pada 18-20 Mei 2017. Lagu Indonesia Raya 1 stanza dan 3 stanza direkam dalam lima versi yakni versi unisono, iringan piano, orkes simfoni, fanfare serta harmoni. Rekaman tersebut melibatkan sekitar 70 anggota Gita Bahana Nusantara binaan Kemendikbud sejak 2003.
Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan, menjelaskan, masyarakat bisa mengunduh kelima versi tutorial itu di website laguindonesiaraya.id. Sosialisasi tutorial ini, kata dia, cukup penting agar masyarakat mengetahui bagaimana standar baku menyanyikan lagu Indonesia Raya sesuai partitur aslinya.
“Apalagi banyak orang yang belum tahu lagu Indonesia Raya 3 stanza,” kata Restu dalam seminar “Bunyi Merdeka: tutorial lagu Indonesia Raya” di aula FISIP Universitas Sebelas Maret Solo, Rabu 6 September 2017. Acara ini menjadi rangkaian sosialisasi tutorial yang dihadiri seniman Waldjinah dan ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza.
Sosialisasi dikemas dalam berbagai acara mulai pameran komik, pameran mural, pentas musik, pameran arsip, dan foto, yang bertempat di studio rekaman Lokananta, Solo. Puncaknya, Kemendikbud akan meluncurkan tutorial lagu Indonesia Raya tersebut pada 28 Oktober bersamaan dengan peringatan Sumpah Pemuda di Jakarta.
Restu menjelaskan, pada tahun depan, Kemendikbud akan mencetak tutorial lagu Indonesia Raya dan membagikannya ke seluruh sekolah di Indonesia. Selain menjadi panduan, pemerintah berharap agar pelajar bisa mengetahui bahwa lagu Indonesia Raya aslinya dibuat dalam 3 stanza.
Penggunaan lagu Indonesia Raya 1 stanza dan 3 stanza diatur oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Namun versi 3 stanza tak populer bagi generasi muda, karena dianggap terlalu panjang dan tak pernah dinyanyikan di sekolah. “Padahal Indonesia Raya versi 3 stanza punya makna lebih dalam dan holistik,” katanya.
Sementara itu Kepala Cabang PNRI Lokananta, Miftah C Zubir mengatakan, sosialisasi tersebut juga untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap Lokananta yang nyaris terlupakan. Padahal setelah berdiri pada 29 Oktober 1956, Lokananta pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Tanah Air hingga awal tahun 1990-an.
Sejumlah musisi seperti Gesang, Waldjinah, dan Jack Lesmana merekam lagunya di sini. Termasuk tempat rekaman instrumen lagu Indonesia Raya gubahan Jos Cleber dan pidato Presiden Soekarno saat membuka Konferensi Asia Afrika 1965.
Apa itu Stanza?
Menurut situs KBBI Online, stanza adalah kumpulan larik sajak yang menjadi satuan struktur sajak, ditentukan oleh jumlah larik, pola matra, atau rima; bait.
Sejarah Lagu Indonesia Raya
Lagu Indonesia Raya pertama kali diperkenalkan oleh komponisnya, Wage Rudolf (WR) Soepratman, pada 28 Oktober 1928 saat Kongres Pemuda II di Batavia.
Lagu ini menandakan kelahiran pergerakan nasionalisme seluruh nusantara di Indonesia yang mendukung ide satu “Indonesia” sebagai penerus Hindia Belanda, daripada dipecah menjadi beberapa koloni.
Stanza pertama dari Indonesia Raya dipilih sebagai lagu kebangsaan ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Lagu Indonesia Raya dimainkan pada upacara bendera. Bendera Indonesia dinaikkan dengan khidmat dan gerakan yang diatur sedemikian supaya bendera mencapai puncak tiang bendera ketika lagu berakhir. Upacara bendera utama diadakan setiap tahun pada tanggal 17 Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Upacara ini dipimpin oleh Presiden Indonesia.
Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat
Lirik Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza Versi Ejaan Lama
Adapun untuk lirik Lagu Indonesia Raya disebarluaskan oleh koran Sin Po pada edisi bulan November 1928.
Dikutip dari laman laguindonesiaraya.id, ini dia lirik lagu Indonesia Raya dalam 3 Stanza dari versi tahun 1928, versi tahun 1958 ejaan lama, dan versi tahun 1958 dengan ejaan yang sudah diperbarui:
Lirik (1928)
Stanza 1
Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe
Di sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff Diulang 2 kali)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja
Stanza 2
Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja
Di sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja
Indonesia Tanah Poesaka P’saka Kita Semoenja
Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia
Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff Diulang 2 kali)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja
Stanza 3
Indonesia Tanah Jang Seotji
Tanah Kita Jang Sakti
Di sanalah Akoe Berdiri
‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji
Indonesia Abadi
S’lamatlah Ra’jatnja
S’lamatlah Poetranja
Poelaoenja Laoetnja Sem’wanja
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja (Reff Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja.
Lirik Resmi (1958) Ejaan Lama
INDONESIA RAJA
Stanza 1
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Djadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg’riku,
Bangsaku, Rajatku, sem’wanja,
Bangunlah djiwanja,
Bangunlah badannja, Untuk Indonesia Raja.
Stanza II
Indonesia, tanah jang mulia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah aku berdiri,
Untuk s’lama-lamanja.
Indonesia, tanah pusaka,
P’saka kita semuanja,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.
Suburlah tanahnja,
Suburlah djiwanja,
Bangsanja, Rajatnja,
sem’wanja, Sadarlah hatinja,
Sadarlah budinja,
Untuk Indonesia Raja.
Stanza III
Indonesia, tanah jang sutji,
Tanah kita jang sakti,
Disanalah aku berdiri, Ndjaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah jang aku sajangi,
Marilah kita berdjandji,
Indonesia abadi.
S’lamatlah rakjatnja,
S’lamatlah putranja,
Pulaunja, lautnja, sem’wanja,
Madjulah Neg’rinja,
Madjulah pandunja,
Untuk Indonesia Raja.
Refrain:
Indonesia Raja, Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg’riku jang kutjinta!
Indonesia Raja, Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raja
Lirik resmi Indonesia Raya 3 Tanza (1958) Ejaan Baru
I
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku Semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
II
Indonesia, tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Disanalah aku berdiri
Untuk slama-lamanya
Indonesia, tanah pusaka
Pusaka kita semuanya
Marilah kita mendoa
Indonesia bahagia
Suburlah tanahnya
Suburlah jiwanya
Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya
Sadarlah hatinya
Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
III
Indonesia, tanah yang suci
Tanah yang sakti
Di sanalah aku berdiri
Menjaga ibu sejati
Indonesia, tanah berseri
Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji
Indonesia abadi
Slamatlah rakyatnya
Slamatlah putranya
Pulaunya, Lautnya, Semuanya
Majulah negrinya
Majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Video
Di era internet seperti sekarang ini, sangat mudah dicari panduan maupun lirik lagu Indonesia Raya Versi 3 Stanza. Seperti video yang diunggah pemilik akun YouTube di bawah ini:
Nah, itu tadi penjelasan lengkap tentang sejarah, dan lirik Lagu Indonesia Raya Tiga dalam tiga Stanza .
Selamat berlatih, dan menghafal!!