Tiga Kecamatan di Klaten Belum Tersentuh Air Bersih dari PDAM Tirta Merapi. Ini Alasan!

Direktur Utama PDAM Tirta Merapi Klaten Irawan Margono (Joko Lrasono/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – KLATEN – Ada beberapa daerah yang belum tersentuh Perusahaan Daerah  Air Minum (PDAM) Tirta Merapi Klaten. Yakni Kecamatan Karangdowo, Juwiring, dan Wonosari. Sebab wilayah tersebut tidak memiliki sumber air baku.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PDAM Tirta Merapi Klaten Irawan Margono saat ditemui di halaman Pemkab Klaten usai senam sehat, Jumat 15 September 2017. Dikatakan, di tiga kecamatan tersebut sulit mendapatkan sumber air baku. Meski demikian, pihaknya akan terus mengupayakan agar air bersih bisa sampai memenuhi kebutuhan masyarakat ditiga wilayah tersebut.

Di tiga kecamatan itu ada air tanah, hanya saja kualitasnya kurang bagus jika untuk dikonsumsi. Sudah disurvai disana airnya asin karena bercampur kapur,” kata dia.

Pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di tiga kecamatan ini, selama ini mengandalkan penyaluran air di daerah tetangga yang masih memiliki sumber air baku maupun Pamsimas. Namun bagi masyarakat yang berada di daerah sulit terpaksa membeli air tangki swasta maupun menunggu bantuan droping air dari instansi terkait.

”Sampai dengan Agustus 2017, total sambungan rumah PDAM Tirta Merapi mencapai 40.082 pelanggan aktif yang tersebar di 12 kecamatan. Sedangkan setiap tahun, PDAM menargetkan minimal ada tambahan 1.000 sambungan baru,” ujarnya.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Budi Usmanto menambahkan, dalam mencari pelanggan baru, pihaknya menggencarkan sosialisasi ke masyarakat. Selain itu juga peningkatan pelayanan ke pelanggan. Setiap tahun, PDAM ditarget pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) rata-rata sekitar Rp 2 miliar.

”Kami berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada  pelanggan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih,” tandasnya.