FOKUS JATENG – SRAGEN – Di musim kemarau yang diikuti dengan angin kencang seperti beberapa bulan terakhir ini lebih baik memang hati-hati menggunakan api. Lalai sekejap saja bisa berakibat fatal.
Seperti yang dialami Paidin, warga Kampung Seneng RT 08, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen pada Sabtu (16/9/2017) pukul 13:00 WIB kemarin.
Gara-gara membakar sampah, bangunan rumah dan seisinya ludes terbakar tak bersisa.
Peristiwa itu berawal saat pria berusia 80 tahun ini membakar sampah yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya. Sembari membiarkan api membakar sampahnya, Paidin kemudian melanjutkan membersihkan sampah di sisi lain sebelah rumahnya, tepatnya di bagian barat.
Sampah-sampah dikumpulkannya hingga jadi laiknya gunungan sampah dan daun-daun kering.
Namun, tanpa disadari angin kering berembus kencang dan ganas. Sekejap, api langsung menjalar ke rumah bagian belakang yang terbuat dari bahan kayu dan bambu.
Api kian liar saat di dalam rumahnya terdapat tumpukan jerami pakan ternak yang dalam kondisi kering sekali. Tak ayal lagi api sangat dengan mudah menghabiskan seluruh bangunannya hingga mencapai 70 persen.
Api berhasil dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 15:00 WIB dengan dibantu warga setempat.
Sementara ini kerugian yang di derita di tafsir sebesar Rp.38.000.000,- ( Tiga puluh delapan juta rupiah ) kemungkinan angka angka bisa bertambah lagi.
Sementara Kapolsek Miri, AKP. Fajar Nur I mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman menbenarkan kejadian tersebut.
Sedangkan Paidin kini hanya bisa pasrah atas kejadian yang menimpanya.

Paidin, warga Miri yang rumahnya terbakar. (credit-Huriyanto/Fokusjateng.com)