FOKUS JATENG – SRAGEN – Kecelakaan antara kereta api dengan sepeda motor terjadi di perlintasan tanpa palang Desa Kwangen, Kecamatan Gemolong, Sragen, Jumat 22 September 2017. Pemotor yang bernama Sulastri (32) warga Dukuh Tegalrejo, Desa Bagor, Kecamatan Miri, Sragen, ini luka-luka.
Kereta api mengangkut semen ini dimasinisi Ari Yuda. Sedangkan sepeda motor tersebut Honda Supra X 125 warna putih biru bernopol AD 3496 TY. Kejadian ini berawal Sulastri mengendarai sepeda motor berjalan dari arah timur (jalan raya Solo-Gemolong) menuju barat (Miri).
Diduga tanpa memperhatikan kanan dan kiri, Sulastri langsung menyeberang. Lantas kereta api melaju dari arah utara (Purwodadi) dengan kecepatan tinggi. Karena jarak kereta api yang begitu dekat, masinis Ari Yuda tak mampu menghentikan laju. Maka terjadi benturan keras dengan sepeda motor.
Kondisi Sulastri sendiri mengalami luka di bagian siku kanan lecet. Kemudian kepala luka serta sobek paha kanan. Saat ini korban dirawat di RSUI YAKSSI Gemolong. Perlintasan kereta tanpa palang pintu ini sering memakan korban.
Sebelum kejadian ini, juga terjadi kecelakaan menimpa seorang buruh pabrik bernama Rita Puji Apriyati (21) warga Dukuh Precet, Desa Giri Margo, Kecamatan Miri, Sragen Kamis 16 Maret 2017. Rita mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun pulang kerja menjelang magrib dengan kondisi yang sangat mengenaskan meninggal di tempat.
Kapolsek Gemolong AKP Supadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menyatakan benar ada kecelakaan kereta dengan pemotor. ”Pengendara dirawat di rumah sakit,” katanya.