FOKUS JATENG – SOLO – Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan manajemen industri olahraga, Senin-Kamis 25-28 September 2017 mendatang, di Grand HAP Hotel Solo.
Salah satu tujuan diadakannya kegiatan tersebut, yakni meningkatkan kesadaran para pelaku industri olahraga, tentang pentingnya promosi dan komunikasi bisnis, serta memahami startegi pemasaran yang efektif dan efisien.
Dalam kegiatan tersebut, dibuka secara langsung oleh Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ER Yuni Poerwanti. Dalam sambutannya, ia berharap Kota Solo menjadi pelopor kebangkitan industri olahraga.
“Kita merasa di Indonesia ini kekurangan bibit atlet. Karena partisipan masyarakatnya, usia 10 tahun keatas yang berminat melakukan olahraga baru 24,96 persen. Itu artinya kita harus mendorong, siapa yang mendorong ? ya para industriawan-industriawan olahraga,” katanya.
Selain itu, pihaknya berharap mampu membudayakan olahraga hingga perdesaan dan juga keluarga. Jika itu semua terjadi, menurutnya para atlet Indonesia jika melakukan studi tiru tidak perlu ke luar negeri, namun bisa langsung datang ke Kota Solo.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut ia juga menyampaikan pepatah untuk memberikan semangat kepada para peserta.
“Buat apa beli sepeda kalau tidak bisa digunakan, buat apa jadi kaum pemuda kalau tidak punya semangat juang,” katanya sambil menutup sambutan.
Tepisah Ketua Panitia kegiatan Anang Kosim menerangkan, para peserta tersebut, terdiri dari produsen produk olahraga, pengusaha industri jasa olahraga, pengelola fasilitas olahraga komersial, pengurus perkump[ulan atau klub olahraga, dan praktisi media olahraga.