FOKUS JATENG – BOYOLALI – Masyarakat Boyolali dan sekitarnya dimanjakan pentas wayang tujuh malam berturut di Kebun Raya Indro Kilo, Kecamatan Mojosongo. Untuk mengawali pentas wayang ini, yakni dalang Ki Warjito Kliwir dari Kecamatan Ngemplak, Senin malam 2 Oktober 2017. Dia menampilkan sabetan wayang dengan lakon ”Krena Duta”.
Pagelaran ini dihadiri ratusan pengunjung. Mereka rela duduk semalam suntuk untuk menyaksikan pentas yang merupakan rangkaian lakon besar Baratayuda. Yaitu, perang antara Pandawa melawan Kurawa.
Ki dalang juga memasukkan pendidikan dan cinta tanah air dalam adegannya. Juga berbagai kegiatan pembangunan di Boyolali melalui duet kepemimpinan Bupati Seno Samodro dan Wabup M. Said Hidayat. ”Se wilayah Jawa, yang berani mementaskan lakon Baratayuda lengkap dengan 7 dalang selama 7 malam berturut- turut ya hanya Boyolali,” kata bupati.

Bupati Boyolali Drs. Seno Samodro dan pejabat pemkab lain menghadiri gelaran wayang di Kebun Raya Indro Kilo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Senin malam 2 Oktober 2017. (credit-Ichwan-Prihantoro/Fokusjateng.com)
Sementara itu, proses pembangunan Taman Kebun Raya Indrokilo, saat ini terus digarap. Sejauh ini, proyek pembangunan di lahan seluas 9 hektare sudah menelan dana Rp 60 miliar. Nanti taman akan dilengkapi patung satriya Mahesa Jenar setinggi 17 meter. ”Namun patung saya namakan Sasrabirawa yang merupakan nama ajian Mahesa Jenar,” tandas dia.
Di kompleks taman juga dilengkapi dengan air terjun mirip Niagara. Jika proyek sudah selesai, bakal diresmikan langsung Ketua Kebun Raya Indonesia, Megawati Sukarnoputri pada tahun 2019.
Pentas bakal berlangsung tujuh malam berturut- turut. Malam kedua Ki Jangkung Darmoyo asal Kecamatan Sawit dengan lakon Bismo Gugur. Pada hari ketiga ditampilkan dalang Ki Suratno asal Kecamatan Ngemplak dengan lakon Ranjapan atau Abimanyu Gugur.

Ki Warjito Kliwir dalang dari Kecamatan Ngemplak, mengisi perdana pagelaran wayang tujuh malam berturut-turut di Kebun Raya Indro Kilo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Senin malam 2 Oktober 2017. (credit-Ichwan-Prihantoro/Fokusjateng.com)
Hari keempat Ki Joko Sartono asal Kecamatan Musuk dengan lakon Suluhan atau Gatotkaca Gugur. Kemudian hari kelima Ki Raharjo Purbo Carito asal Kecamatan Sambi dengan lakon Durno Gugur. Hari keenam ditampilkan Ki Suryanto asal Kecamatan Karanggede dengan lakon Jambaan (Karno Tanding).
Hari terakhir ditampilkan Ki Haji Joko Sunarno asal Kecamatan Karanggede dengan lakon Duryudono Gugur (Rebahan). Saat tampil, setiap dalang membawa perangkat gamelan dan sinden sendiri-sendiri.
”Kegiatan ini digelar untuk memperkenalkan Taman Safari Indro Kilo. Sedangkan lakon besarnya adalah Baratayudha yang dipentaskan tujuh malam berturut-turut,” jelas Yosep Kustono, panitia penyelenggara dari Ireng Putih Production.