Beberapa Titik Proyek Fisik di Sragen Sempat Mandek. Ini Kendalanya…

Ilustrasi (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-SRAGEN-Proyek pembangunan fisik di Kabupaten Sragen ditarget selesai tepat waktu. Sebab, jika sampai telat yang dirugikan pelaksana proyek sendiri. Hal ini mengingat harus membayar denda keterlambatan dan penundaan pembayaran hingga tahun depan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Sragen Marija memastikan pengerjaan jalan sudah cukup optimal. Persentase proses pelaksanaan sudah mencapai 60-100 persen. ”Pelaksaanaan proyek yang sudah berlangsung 43 paket lelang,” jelasnya Kamis 5 Oktober 2017.

Sedangkan sejumlah kondisi di lapangan, pihaknya tidak memungkiri ada permasalahan. Paling menonjol yakni melonjaknya harga dan langkanya wiremesh di pasaran. ”Sementara ada yang terhenti bukan karena pelaksana kurang modal, tapi memang pengirimanya terlambat dan tingginya harga yang tidak diantisipasi,” papar dia.

Termasuk ruas jalan Keongan-Sambirejo, Kecamatan Plupuh yang sempat seret. Pekerjaan sempat terhenti karena kendala lapangan. Namun mulai Kamis lalu semuanya sudah kembali berjalan.

Sementara itu, pelaksanaan tender saat ini terbuka dan siapa saja berpeluang untuk menang. Kompetisi dalam hal ini dianggap cukup wajar. Pihak Pemkab Sragen tidak sembarangan menunjuk pemenang. ”Pastinya akan dicek lagi, verifikasi di lapangan,” jelasnya.