Panitia Tutup Suro Pengging Gelar Kirab Budaya dan Wayangan. Ini Tujuannya…

Pentas wayang kulit di depan Pasar Pengging, Banyudono, Boyolali, Jumat malam 20 Oktober 2017. (Ichwan Prihantoro/Fokusjateng.com)

 

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Masyarakat di sekitar Objek Wisata Umbul Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, mendapat hiburan gratis seharian Jumat 20 Oktober 2017. Sebab, Panitia Tutup Suro Pengging menggelar berbagai acara dan disungguhkan gratis sejak pagi hingga larut malam.

Pada pukul 09.00 WIB, digelar kirab budaya mengusung berbagai jenis hasil bumi. Kirab gunungan itu mulai Pasar Pengging ke makam leluhur. Kemudian dilanjutkan setelah salat Jumat panggung hiburan keroncong dangdut. ”Hiburan ini kami hadirkan untuk masyarakat. Gratis,” kata Penasihat Panitia Tutup Suro Pengging Muhammad Irsyam.

Penyerahan tokoh wayang saat pentas wayang kulit semalam suntuk di depan Pasar Pengging, Banyudono, Boyolali, Jumat malam 20 Oktober 2017. (credit-Ichwan%20Prihantoro/Fokusjateng.com)

Pada malam harinya, para sesepuh setempat menggelar zikir dan tahlil. Ritual ini digelar di Umbul Sungsang. Lantas dilanjutkan pagelaran wayang semalam suntuk. ”Kami mengndang Dalang Ki Bagong Darmono dari Klaten. Lakon yang diambil Sekar Ponco Wiguno,” terang Mbah Muh, sapaan akrabnya.

Tujuan dari gelaran ini sendiri sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Yakni dalam setahun ini banyak rahmat dan rejeki yang sudah dilimpahkan dari Allah SWT untuk masyarakat Pengging dan sekitarnya. Selain itu juga sebagai sarana untuk memohon maaf kepada Allah SWT atas perilaku selama menggelar ritual, di antaranya kungkum di umbul, banyak salah. ”Kita minta ampun di acara tutup suro ini,” terangnya.

Untuk selanjutnya, mereka juga memanjatkan doa kepada Allah SWT supaya mengabulkan hajat di kehidupan ke depan. ”Karena Allah sudah berjanji bahwa siapa yang memohon, bakal dikasih,” kata dia.