Pemprov Jateng Gandeng Denmark Mengolah Limbah Pati Onggok Jadi Energi Listrik di Klaten

Rencana lokasi pengelolaan limbah pati onggok di Desa Daleman, Tulung, Klaten. (Joko Larsono/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – KLATEN – Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Kedutaan Besar Denmark dalam waktu dekat akan merealisasikan pengolahan limbah produksi pati onggok di Dusun Bendo, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten.

Hal ini diungkapkan Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pidatonya melalui jaringan telekonfren, Senin 23 Oktober 2017.

Dikatakan, limbah dari pati onggok tersebut akan dikelola menjadi energi listrik. Kemudian setelah terlaksana dengan baik ditunjukan kepada pemerintah Denmark.

”Nanti kita tunjukan terhadap negara Denmark yang selama ini sudah mau kerja sama sistem pengelolaan limbah di Desa Daleman itu. Dan pengelolaan ini tidak main-main, anggarannya cukup besar, yaitu mencapai Rp 16 miliar,” katanya.

Dikatakan, dari pengelolaan limbah itu nantinya akan menghasilkan energi sebanyak 3,1 mega dan bisa digunakan sebanyak 2.200 rumah atau kepala keluarga(KK). ”Jadi nanti wilayah Daleman, Tulung bisa ngirit gitu lho. Harapan kami limbah nanti bisa terkelola dengan baik,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Desa Daleman Mursito mengaku lega setelah limbah pati onggok akan terkelola menjadi energi listrik. Menurutnya, pengajuan untuk pengelolaan limbah dari produksi onggok tersebut sejak 2013 silam, namun baru terealisasi pada 2018 nanti.

”Sebenarnya kepala desa sebelum saya sudah mencoba menanggani limbah onggok ini. Namun,waktu itu selalu gagal. Gagal tersebut bukan karena anggaran,tapi saat itu memang belum menemukan bakteri kaporit (bahan pemutih) untuk pembersih pati aren tersebut,” tandasnya.