Eks Napi Kasus Terorisme Dapat Tali Asih dari Pemkab Karanganyar

Penyerahan tali asih eks napi kasus terorisme di Pemkab Karanganyar, Kamis 26 Oktober 2017. (Suroto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – KARANGANYAR – Langkah pemerintah memberi tali asih ke sejumlah eks narapidana tindak pidana terorisme mendapat respons positif. Tali asih ini sebagai wujud riil pendampingan Pemkab Karanganyar kepada mereka yang kembali bermasyarakat. Penyerahan tali asih ini dilakukan Pemkab Karanganyar di ruang Garuda kompleks Setda, Kamis 26 Oktober 2017.

Pemberian bantuan dipimpin Kepala Kesbangpol Karanganyar Agus Cipto Waluyo yang disaksikan Kasdim Mayor Mantang, Wakapolres Kompol Dyah Wuryaning Hapsari, Kasi Intel Kejari Subagiyo dan Kepala Kemenag Mustain Ahmad.

”Kami mengapresiasi Pemda karena mengambil inisiatif mendampingi mereka (eks napi teroris) kembali ke masyarakat. Jajaran Kemenag welcome sekali. Di masyarakat, penyuluh PNS maupun non PNS bertanggungjawab ikut mendampinginya,” kata Kepala Kemenag Karanganyar, Mustain Ahmad kepada wartawan usai penyerahan bantuan tali asih.

Pertemuan di depan ruang kerja bupati itu berlangsung tertutup. Agus Cipto Waluyo bersama Wakapolres membuka forum tersebut. Kemudian satu persatu pejabat dari Kodim, Kejaksaan, dan instansi lainnya menyampaikan pendapat bernada sama. Mereka mendukung pendampingan terhadap para eks napi kasus tindak pidana terorisme itu dan keluarganya. Informasi menyebutkan, sejumlah eks napi itu dulunya terlibat jaringan pelaku bom bunuh diri dan menyimpan benda berbahaya untuk melumpuhkan polisi.

Lebih lanjut Mustain mengatakan, pendampingan itu bertujuan pula meluruskan pemahaman mereka tentang keyakinan yang dulunya menyimpang. Termasuk memastikan agar anak-anaknya tidak ikut-ikutan.

”(Anak-anaknya) ada yang sekolah di madrasah dan pesantren agar terus berlanjut. Kita harapkan masyarakat ikut bersama-sama mendampingi dan menerimanya. Mari lihat ke depan, jangan ke belakang,” katanya.


Kasdim 0727 Karanganyar Mayor Mantang menginginkan eks napi kasus tindak pidana terorisme kembali percaya diri berbaur di masyarakat. Pola interaksi menjadi faktor penting menumbuhkan kepercayaan diri. “Bagaimana mereka tetap berinteraksi kepada kita, khususnya TNI. Betul-betul ingin mereka kembali percaya diri,” katanya.

Sedangkan Kepala Kesbangpol Karanganyar Agus Cipto Waluyo memilih irit bicara soal agenda mengundang sejumlah eks napi kasus tindak pidana terorisme. Ia juga tidak menjelaskan identitas beberapa pria dan seorang wanita berhijab dan bercadar di ruang garuda.

”Pokoknya ini internal. Kami ingin membuat suasana kondusif. Baik bagi pemerintah maupun kalangan itu,” katanya.