FOKUS JATENG – SRAGEN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen akan gencar revitalisasi pasar tradisional. Terdapat tiga pasar yang diusulkan direvitalisasi dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK).
Antara lain Pasar Made yang berada di Kecamatan Ngrampal. Kemudian Pasar Tangen dan Pasar Nglangon di Kecamatan Sragen. Saat ini, ada 50 pasar tradisional yang tersebar di 20 kecamatan yang wewenang pengelolaannya berada di Disperindag.
Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Warga Desa Klandungan Ngrampal Sragen Gelar Kirab Budaya
Kepala Disperindag Sragen Untung Sugihartono mengatakan, dari ketiga pasar tersebut yang terbesar anggarannya adalah Pasar Nglangon dengan dana sebesar Rp 30 miliar. ”Nantinya Pasar Nglangon termasuk Pasar Joko Tingkir akan dijadikan pasar rakyat untuk membangun identitas pasar tradisional di Sragen,” katanya Senin 30 Oktober 2017.
Dengan revitalisasi, sangat diharapkan bisa merubah beberapa pasar tersebut agar lebih baik dan lebih represntatif. Penataan Pasar Nglangon nanti diklaim akan lebih bagus dan juga bakal diberlakukan sistem zonasi.
”Pasar Joko Tingkir juga akan kami tata sedemikian rupa dan yang bakal dikembangkan adalah sebagai pasar klitikan, yang sebenarnya potensi untuk ditingkatkan,” tandas mantan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset dan Daerah (DPPKAD) tersebut.
Semenatara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, para pedagang Pasar Kota juga mendukung revitalisasi pasar yang bakal dilakukan Pemkab Sragen. Tetapi mereka berharap diikutsertakan dalam pembuatan DED Pasar Kota. Revitalisasi pasar tradisional dilakukan agar pasar lebih baik dan representatif serta tidak kalah oleh perubahan jaman.
Baca juga: Pasar Tradisional di Klaten Mulai Ditinggalkan Pedagang. Ini Penyebabnya…
”Pasar tradisional juga harus tetap berinovasi agar tidak kalah oleh jaman, apalagi saat ini belanja lewat online juga terus berkembang,” jelasnya.