Sambut Musim Tanam Gelar Srawung Seni Sangiran Internasional Festival 2017

ilustrasi Srawung Seni Sangiran Internasional Festival 2017 (Huriyanto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-SRAGEN-Para petani di wilayah Kabupaten Sragen memasuki musim tanam padi. Untuk menyambut musim tanam kali ini, bakal digelar event bertajuk ”Srawung Seni Sangiran Internasional Festival 2017”. Puluhan kelompok seni, baik lokal maupun mancanegara bakal memeriahkan acara tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen Suwandi mengatakan, tema tersebut sangat pas dengan musim tanam yang sudah tiba. ”Sritandur di angkat sebagai tema untuk menyambut musim tanam yang baru saja tiba. Nanti akan ada puluhan kelompok seni, baik lokal maupun mancanegara menyuguhkan kesenian dan drama kolosal selama dua hari yang mengangkat kearifan lokal cerita Dewi Sri,” jelasnya Selasa 14 November 2017.

Kegiatan ini akan digelar Sabtu-Minggu 18-19 November 2017. Seniman mancanegara yang akan hadir yakni Hey Mister yang menyuguhkan etnik music dari Spanyol, Costarica, USA, dan Hungaria. Kemudian Txoriak Buruan dari USA, Serbia, dan Yunani yang menyuguhkan seni Teater. Mereka tampil berkolaborasi dengan para seniman ISI Surakarta.

”Ada puluhan kelompok seni, tradisional dari lingkungan dan mancanegara. Temanya Segoro Gunung legenda Srawung Seni rutin. Sritandur itu budaya tani musim tanam diawal tahun tanam rendengan,” papar dia.

Srawung Seni di Sangiran sendiri sudah memasuki tahun kedua. Tahun ini ada perbedaan karena siang harinya akan berlangsung kirab budaya dan gunungan hasil bumi. ”Selain itu juga disuguhkan penampilan reog asli dari Bumi Sukowati. Tujuan utama dari kegitan itu adalah untuk mengangkat dan mempromosikan Situs Manusia Purba Sangiran yang berada di Kecamatan Kalijambe, Sragen,” jelasnya.