FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pemkab Boyolali membangun Bundaran Asrikanto yang terletak di Kecamatan Boyolali Kota. Dana awal proyek ini sekitar Rp 3,294 miliar. Alokasi anggaran ini untuk pembangunan fisik dan drainase.
”Proyek tahap pertama ini dijadwalkan selesai tanggal 18 Desember 2017. Kami hanya membangun bagian fisik dan drainase,” jelasnya Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Boyolali Nyoto Widodo, Rabu 15 November 2017.

Bundaran Asrikanto Boyolali Kota dilengkapi saluran darinase (credit-Ichwan%20Prihantoro/Fokusjateng.com)
Proyek tersebut akan dilanjutkan tahun 2018. Pengerjaannya bukan dari DPU-PR, melainkan akan dilanjutkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Rencana awal, proyek ini akan diwujudkan dengan simpang lima. Namun lantaran terbentur pembebasan tanah, maka dibangun Bundaran Asrikanto.
Dijelaskan, membangun simpang lima, pemkab harus membebaskan tanah milik warga. Yakni di sebelah utara Jalan Lingkar Utara. Hasil negosiasi mentok karena pemilik tanah memasang ganti rugi cukup tinggi. ”Jadi bukan simpang lima, tapi Bundaran Asrikanto,” papar Nyoto.