FOKUS JATENG-BOYOLALI-Budidaya lebah jawa lebih sulit. Hal ini diungkapkan Sri Mardiyati, peternak lebah jawa asal Dusun Karangbulu, Desa Mudal, Kecamatan Boyolali Kota. Sebab, lebah jawa selain sudah sangat langka, produksi madu juga sedikit.
Selain sulit mencari bibitnya, lebah Jawa membuat sarang sendiri di dalam kotak yang diletakkan di kebun. Kotak dibuat dari papan kayu bekas, kemudian ditutup dengan kardus bekas. Dia juga menghindari pemakaian kayu yang pernah dicat atau terkena bahan kimia. karena lebah Jawa sangat sensitif dan akan menghindari materi yang berbahan kimia.
”Tantangan lain, banyak hewan musuh alami lebah Jawa seperti semut, cicak, kupu- kupu dan jenis lebah yang lebih besar, sehingga kami pasang kawat ram,” katanya Senin 20 November 2017.
Selain itu, usia lebah Jawa sangat pendek, hanya 80 hari. Kondisi ini berdampak terhadap kemampuan produksi madu yang sangat minim. Untuk itulah, dirinya enggan menjual madu lewat toko.
Selain itu, lebah yang sudah dipanen belum tentu bisa terus berkembang dan membuat rumah baru. Setelah panen, bisa saja lebah malah pergi meninggalkan sarang. ”Untuk mempertahankan, kami juga berupaya untuk menjinakkan dengan cara mengenali dan memahami, sehingga ada ikatan bathin dengan lebah-lebah itu,” tandas dia.