Tingkatkan Pelayanan Informasi Publik, OPD Pemkab Boyolali Dibekali Ilmu Fotografi

Kepala Diskominfo Boyolali Abdul Rahman menyampaikan sambutan dalam workhshop fotografi untuk OPD di Pondok Indah Hotel Boyolali, Selasa 21 November 2017. (Dok. Diskominfo Boyolali/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Kesadaran akan manfaat fotografi turut membantu dalam memenuhi kebutuhan dan pelayanan publik bagi masyarakat.  Melalui foto, ketersediaan informasi publik oleh Badan Publik dan disajikan lebih menarik dan atraktif sebagai salah satu kewajiban Badan Publik dalam memberikan pelayanan informasi.

Ichwan Prihantoro, fotografer fokusjateng.com (tengah) menyampaikan paparan tentang fotografi di acara workshop fotografi di Hotel Pondok Indah Boyolali, Selasa 21 November 2017. (credit-Dok.%20Diskominfo%20Boyolali/Fokusjateng.com)

Untuk memberi bekal pengetahuan dan informasi bidang fotografi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Boyolali menggelar Workshop Fotografi Boyolali 2017. Dengan mengambil tema “Etika dan Estetika Fotografi”, workhshop digelar di Pondok Indah Hotel Boyolali, Selasa 21 November 2017.

Kegiatan yang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ini diharapkan mampu memotivasi untuk berperan dengan berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan dalam menyediakan informasi publik. Selain itu, juga memberi bekal kemampuan dan teknik fotografi serta penulisan jurnalisme di lingkungan Pemkab.

”Fotografi dapat dimanfaatkan sebagai media penyampaian informasi kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Selain itu foto mampu memotivasi masyarakat untuk berperan dengan berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan,” ujar Kepala Diskominfo Boyolali Abdul Rahman.

Hampir semua orang, saat ini sudah mempunyai kamera untuk berbagai kebutuhan. Tetapi, kurangnya pengetahuan dalam memotret kadang membawa dampak yang kurang baik dalam dunia fotografi. Etika dalam memotret sangat dibutuhkan terlebih lagi saat mengabadikan sebuah moment di lingkungan Pemkab Boyolali.

Demikian yang disampaikan Ali Lutfi yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan workshop. Menurutnya setiap fotografer dalam kinerjanya dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi atau menghormati norma dan etika yang ada di mayarakat. ”Hal ini dimaksudkan agar saat melakukan kegiatan fotografi mampu menghindari perbuatan yang melanggar hak pribadi orang lain,” terangnya.