FOKUS JATENG-KLATEN-Tim penanggulangan Tuberculosis-HIV (TB-HIV) Aisyiyah Klaten mendatangi gedung DPRD Klaten, Rabu 22 November 2017. Kedatangan mereka untuk menanyakan terkait kasus TB-HIV di Klaten. Rombongan diterima langsung oleh komisi IV anggota DPRD Klaten Nurcholis Madjid.
Koordinator Sub-Sub Recipient (SSR) Aisyiyah Klaten Habibi Miftahul Marrwa mengatakan, audiensi ini dilakukan untuk minta dukungan dari lembaga legeslatif tentang penanggulangan TB HIV di Klaten. Sebab, sejak awal 2017 kader TB Aisyiyah menemukan 700 kasus suspect dengan jumlah positif TB mencapai 70 orang.
”Sedangkan pasien TB yang meninggal hingga saat ini mencapai 3 orang. Untuk penanggulangan TB di Klaten harus diperlukan regulasi sehingga lebih optimal,” katanya.
Terkait aduan tersebut,Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Klaten, Herry Martanto, akan menyusun rencana aksi daerah(RAD) penanggulangan TB HIV di Klaten pada 2018.
”RAD tersebut nantinya akan mengatur kebijakan jangka lima tahun mendatang tentang aksi dan peran dalam penaggulangan TB di Klaten yang dituangkan dalam peraturan bupati,” kata dia.
Sementara itu, Nurcholis Madjid Komisi IV DPRD Klaten mendukung gerakan Aisyiyah dalam membantu penanggulangan TB-HIV di Klaten. Menurutnya, sebagai wakil rakyat siap berjuang membantu program penanggulangan TB-HIV tersebut. ”Kami ikut mendukung gerakan dari Aisyiyah itu. TB-HIV sangat mengawatirkan,” tandasnya.
Sejumlah tim penangulangan TB-HIV yang mendatangi anggota dewan tersebut,diantaranya, Aisyiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Nasyiatul Aisyiyah dan perwakilan Ortom, Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Klaten.