FOKUS JATENG -SRAGEN-Warga keluhkan rusaknya talud yang sudah dua tahunan rusak tidak diperbaiki. Warga sendiri adalah di wilayah Kampung Maron, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen. Pasalnya, jika terjadi hujan lebat, areal persawahan dan sedikitnya 4 kampung warga terendam air. Sejumlah warga mendesak instansi terkait untuk segera memperbaiki talud yang jebol hampir dua tahun tersebut.
Ambrolnya talud sendiri sekitar 8 meter. Sehingga dampak banjir banyak dirasakan warga Sragen dan Ngrampal, Nur Ikhsan Hamidi Salah satu warga Dukuh Ngoncol, Kelurahan Nglorog menampaikan penyebab banjir di kawasan sekitar Nglorog dan Bandung Ngrampal akibat jebolnya talud tersebut.
Talut kanal air untuk persawahan tersebut jebol lebih dari setahun. ”Kami sebagai warga Ngoncol, Kendal dan siwalan sudah lapor ke kelurahan Nglorog dan Desa Bandung, tapi realisasinya belum,” katanya.
Dirinya menyampaikan selain rumah warga, petani bawang merah juga merasakan dampak banjir. Dia menyampaikan ada 4 kampung dan lahan bawang merah menjadi korban banjir. Pihaknya pemerintah terkait dapat segera bergerak karena saat ini sudah memasuki musim penghujan. ”Pemerintah kami harap segera bertindak, pokoknya tidak terjadi banjir lagi,” ujarnya.
Selain itu, keluhan juga di ungkapkan oleh Isnardi, petani bawang merah di sekitar lokasi juga mengeluhkan rusaknya talud tersebut. Dia menyampaikan kerugian akibat banjir sampai merusak tanaman bawang merah. ”Silakan di cek kerusakan bawang merah saya, sampai yang tanam melon busuk hingga dibongkar,” keluhnya.
Terkait banjir di kawasan Ngoncol, Bandung dan sekitarnya Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Dwi Sigit Kartanto menyampaikan bahwa jebolnya talud mempengaruhi banjir. Namun sumbatan di jembatan Maron juga menjadi sebab lain terjadinya banjir.
Pihaknya menyampaikan untuk perbaikan kerusakan talud tersebut dilakukan instansi yang berwenang. ”Warga sudah pernah menutup dengan kantung yang diisi pasir, namun ambrol, jika menggunakan anggaran kami, tentu hanya bisa ditambal sementara dengan karung,” ujarnya.