FOKUS JATENG-SRAGEN-Ditemukan 745 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sragen. Sebanyak 103 orang di antaranya sudah meninggal dunia. Dari ratusan penderita ini, terdapat 14 bayi dan tiga pelajar atau mahasiswa yang sudah terjangkit penyakit mematikan tersebut. Para bayi itu tertular dari ibu mereka yang juga sudah terkena sebelumnya.
Jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak adalah dari kalangan swasta. Yang mencengangkan, dari 645 PSK terdapat 78 orang yang terkena HIV/AIDS. Sedangkan ibu rumah tangga yang menderita HIV/AIDS jumlahnya tiga kali lipat dari itu.
Haryoto, sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sragen menjelaskan, pertumbuhan penderita HIV Kabupaten Sragen menempati peringkat tiga besar dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Sedang untuk jumlah penderitanya berada di peringkat tujuh besar.
”Kalau untuk wilayah eks Karesidenan Surakarta, tingkat pertumbuhan penderita HIV/AIDS di Sragen paling banyak. Ini jelas sangat memprihatinkan sekali,” katanya Kamis 23 November 2017.
Kondisinya sangat ironis lantaran data masyarakat Sragen yang terkena virus mematikan tersebut, ditambah jumlah penderita HIV/AIDS semakin banyak dari tahun ke tahun. Salah satu faktor merebaknya penyakit ini karena Sragen memiliki Gunung Kemukus dan juga Nglangon.
Yang selama ini kerap dijadikan untuk tempat mesum. Karea itu pihaknya sangat setuju dan mendukung program Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang ingin menjadikan Gunung Kemukus sebagai tempat wisata religi. Selama ini, tempat wisata yang ada di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang itu banyak dihuni para pekerja seks komersial (PSK) dan memiliki risiko tinggi penularan HIV/AIDS.
”Kami mendukung dijadikannya Gunung Kemukus sebagai wisata religi karena disitu merupakan salah satu tempat sumber penularan HIV/AIDS,” jelas dia.