Dua Alat Deteksi Banjir EWS di Sragen Rusak, Satu Hilang…

Personel Polres Sragen simulasi penanganan bencana banjir Kamis 30 November 2017. (Huriyanto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – SRAGEN – Kabupaten Sragen siaga saat memasuki musim penghujan seperti saat ini. Sebab ada sejumlah titik yang dinyatakan rawan bencana, seperti banjir dan tanah longsor. Salah satu langkah antisipasi dengan memasang early warning system (EWS) di sejumlah titik sungai di Sragen.

Hanya saja, EWS di Sragen tidak semua berfungsi, bahkan ada yang hilang. Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Dwi Sigit Kartanto mengatakan, di Sragen terdapat 9 EWS terpasang. Alat tersebut berada di anak Sungai Bengawan Solo. Seperti Sungai Garuda dan Mungkung. Hanya saja beberapa tidak berfungsi.

”Di Sragen terdapat 9 EWS, tapi ada 2 yang rusak dan satu hilang,” katanya Sabtu 2 Desember 2017.

Sementara itu, Polres Sragen melakukan langkah antisipasi bencana dengan menyiagakan personel dan peralatan. Setelah adanya cuaca yang buruk dan terjadi bencana di sejumlah daerah, Polres Sragen memastikan peralatan siap untuk digunakan jika dibutuhkan sewaktu-waktu.


Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengatakan, langkah antisipatif harus disiapkan. Sejumlah personel dan  peralatan penanggulangan bencana disiagakan untuk menghadapi terjadinya bencana banjir.

”Kita melakukan pengecekan personel dan peralatan SAR untuk antisipasi bencana alam di Sragen,” jelasnya.

Selain melakukan pengecekan peralatan, Kapolres juga menguji kemampuan 30 anggota dari berbagai satuan. Dia ingin memastikan anggota mahir dalam menggunakan peralatan, kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.

”Sejumlah peralatan yang disiapkan antara lain perahu kano, perahu karet, tali tambang, rompi pelampung, dayung dan helm, pompa air disiapkan,” terangnya.