Padepokan Bela Diri Silat Warisan Eyang Suro Karanganyar Lahirkan Petarung Berprestasi

Syukuran PSHT Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Selasa 28 November 2017. (Suroto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – KARANGANYAR – Bangunan sederhana namun terlihat asri nan bersih  berdiri megah di salah satu sudut Dusun Tunggulsari, Desa Pendem, Mojogedang, Karanganyar, Senin 4 Desember 2017. Bangunan ini menjadi saksi lahirnya petarung berprestasi di kancah regional maupun nasional.

Tanah dengan luas sekitar 1.000 meter persegi ini disulap oleh sang pemilik, Darmanto menjadi padepokan Seni Bela Diri Silat. Padepokan ini yang melestarikan ajaran seni bela diri warisan Ki Ageng Soerodiwirdjo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Eyang Suro pendiri Persaudaraan Setia Hati.

Padepokan Seni Bela Diri Silat Ki Ageng Soerodiwirdjo Mojogedang, Karanganyar, Senin 4 Desember 2017.

Menurut Darmanto, wakil ketua ranting PSHT Mojogedang, hampir puluhan lebih atlet seni beladiri binaan padepokan tebas yang menuai prestasi baik di kancah umum ataupun kompetisi internal PSHT sendiri.

”Untuk kompetisi internal yang diadakan Unit Kegiatan Mahasiswa UNS bidang pencak silat , atlit kita mendapat juara pertama atas nama Dwi Priyanto, belum lagi untuk tingkat kabupaten kelas pelajar  siswa kita hampir selalu mendapat juara,” ujarnya di sela kesibukannya mengelola padepokan.

Selain itu banyak atlet PSHT Mojogedang yang mendominasi dan menjuarai kejuaraan tarung bebas Martial Art. Puluhan penghargaan  oleh HAN Academy di raih siswa padepokan tebas Mojogedang.

Menurut Aris ”Bro Miller” Maryanto, proses perjalanan padepokan tebas PSHT Ranting Mojogedang sangat panjang dan berliku-liku. ”Dulu kami latihan harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Pernah kita pinjam Balaidesa Pendem untuk latihan sedulur-sedulur dan para siswa. Namun itu semua tidak menyurutkan semangat para sedulur dan siswa untuk giat berlatih,” ujar Ketua ranting PSHT Mojogedang, ini.

Lebih jauh orang yang dituakan poro sedulur Irengan Mojogedang ini menjelaskan bahwa pembangunan ini tidak lepas dari perjuangan sedulur Darmanto yang rela ”mewakafkan” tanahmya untuk tempat latihan para siswa dan poro sedulur. ”Siswa-siswa saat ini sudah agak nyaman dalam melakukan latihan, lantaran kami sudah punya padekon sendiri. Ini semua tidak lepas dari perjuangan sedulur muda saya Darmanto yang juga menjadi wakil ketua PSHT ranting Mojogedang,” paparnya di sela sela obrolan santai di padepokan tebas Mojogedang.

Di bawah kepemimpinan ”Duo M” ini, padepokan tebas PSHT  Ranting Mojogedang banyak melahirkan atlet yang berprestasi. Baik kompetisi olahraga silat ataupun kompetisi olahraga tarung bebas. Ini daftar beberapa atlet berprestasi binaan padepokan tersebut.

  1. Dwi Priyanto (juara satu event kejuaraan pencak silat se-Jawa Bali).
  2. Bima Imam Prabowo (juara pertama Porkab Karanganyar 2016).
  3. Lia Fernandes (juara kompetisi silat PSHT tahun 2016).
  4. Dwi Priyanto (juara satu event material art tarung bebas di Paragon Mall Solo).