FOKUS JATENG – KARANGANYAR – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur (Jatim) menggugah rasa solidaritas dan kesetiakawanan dari Karanganyar. Seperti yang dilakukan warga Paguyuban PSHT Ranting Ngargoyoso dan Kerjo, Karanganyar. Mereka mengirim relawan untuk membantu evakuasi di sejumlah titik lokasi banjir dan tanah longsor Kamis 7 Desember 2017.
Sekitar 350-an warga PSHT Ranting Kerjo dan Ngargoyoso didelegasikan ke lokasi bencana untuk dilibatkan dalam recovery penanganan bencana alam. Rombongan relawan berkumpul di lapangan Kutho, Jethis, Kerjo dan diberangkatkan oleh mantan Ketua Ranting PSHT Ngargoyoso Sugeng yang sekarang menjadi penasihat Ranting PSHT Ngargoyoso.
”Rombongan relawan kami berangkatkan dengan menggunakan 7 armada kendaraan, dua truk, satu colt Mitsubhisi dan 4 mobil pribadi,” jelasnya. Selain memberangkatkan relawan, kedua paguyuban silat tersebut juga memberikan donasi berupa bahan makanan pokok dan pakaian pantas pakai beserta perlengkapan untuk kebutuhan mandi para korban.
Jika ditotalsekitar Rp 25 juta donasi yang mereka bawa dan akan diberikan kepada para korban bencana alam di Pacitan. Menurut Ketua Ranting PSHT Ngargoyoso Widodo, donasi ini terkumpul dari hasil sumbangan warga PSHT yang ditarik secara sukarela.
”Memang donasi kami tidak seberapa besar. Namun ini bentuk kepedulian kami warga terate melihat dampak bencana tanah longsor dan banjir yang sangat memilukan. Para relawan ini nanti akan berkoordinasi dengan SAR setempat untuk ikut serta dalam penanganan korban,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Ranting PSHT Kerjo Herdy Apriliawan mengatakan, aksi baksos ini bukan untuk gagahan. Namun lebih ingin mengaplikasikan ajaaran Eyang Suro yang peduli pada sesama untuk menjaga keharmonisan alam beserta isinya.
”Aksi ini didasari atas ajaran guru kami Eyang Suro dalam rangka memayu hayuning Bawono dengan cara mengembangkan rasa cita kasih atau welas asih kepada sesama manusia,” tambah dia.