Bupati Yuni Terus Bersih-Bersih Objek Wisata Berbau Prostitusi. Ini Sasaran Berikutnya setelah Gunung Kemukus…

Pintu gerbang objek wisata Gunung Kemukus, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen (Huriyanto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – SRAGEN – Bersih-bersih tempat wisata yang berbau prostitusi terus digalakan Pemkab Sragen. Setelah Gunung Kemukus dinyatakan ”bersih” dari kemaksiatan, maka selanjutnya akan menyasar tempat wisata Bayanan, Kecamatan Sambirejo dan Pasar Nglangon, Sragen Kota.

Seperti diketahui, selama ini tempat-tempat wisata yang disalahgunakan tersebut dinilai kerap dijadikan praktik prostitusi. Pasar Nglangon akan dikembangkan bersama Pasar Joko Tingkir, yang letaknya bersebelahan. Hal ini dikatakan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati belum lama ini.

Untuk Pasar Nglangon, saat ini sudah ada detail engineering design (DED) yang baru. ”Biaya pengembangan Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir besar, sekitar Rp 30 miliar,” kata Yuni.

Diharapkan dengan penataan tersebut, Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir tidak hanya bebas sebagai tempat praktik prostitusi. Tapi juga menjadi pasar yang lebih representative bagi masyarakat luas.

Sementara itu, untuk perencanaan pengembangan wisata air hangat Bayanan, Sambirejo saat ini masih dilakukan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). ”Yang jelas, yang menjadi prioritas adalah Gunung Kemukus dulu, kemudian baru Bayanan,” ujarnya bupati.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen Untung Sugihartono mengatakan, tahun depan ada tiga pasar yang diusulkan direvitalisasi. Dananya dari anggaran dana alokasi khusus (DAK). Yakni Pasar Made (Kecamatan Ngrampal), Pasar Tangen dan Pasar Nglangon (Kecamatan Sragen).

”Dari ketiga pasar tersebut yang terbesar anggarannya adalah Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir dengan dana sebesar Rp 30 miliar,” jelas Untung. Nantinya kedua pasar itu dijadikan pasar rakyat untuk membangun identitas pasar tradisional di Sragen.