FOKUS JATENG-KLATEN-RSI Klaten berkomitmen memberikan pelayanan yang lebih cepat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Selain itu, perkembangan pesat teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri di bidang hospitality. Manajemen rumah sakit wajib beradaptasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Hal ini diungkapkan Sutrisno, usai dilantik sebagai Direktur Utama (Dirut) RSI Klaten periode 2018-2022 di gedung Al Mabrur komplek Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, Selasa 16 Januari 2018.
Dikatakannya, kecanggihan teknologi informasi memberikan berbagai kemudahan akses hanya melalui genggaman ponsel. Hal itu pula yang membuat usaha konvensional terseok jika tidak mau adaptasi. ”Empat tahun ke depan kami targetkan sistem pelayanan akses ke RS yang cepat karena sekarang eranya digital. Baik pendaftaran, pemeriksaan secara digital atau online. Pasien dimudahkan untuk order layanan kesehatan melalui ponsel, dokter bisa langsung datangi rumah pasien,” kata Sutrisno.
Lebih lanjut, dia mengatakan, penerapan sistem digital untuk layanan kesehatan diharapkan bisa menurunkan kunjungan rawat jalan sehingga dapat mengurai antrean panjang pasien. Termasuk penggunaan sistem yang terintegrasi untuk antrean pasien BPJS.
Pasien BPJS yang hendak periksa di RSI Klaten harus antre mengambil nomor pendaftaran sejak pagi buta. Padahal loket layanan pendaftaran pasien BPJS baru dibuka sekira pukul 06.30 dan praktek dokter mulai pukul 08.00 WIB.
”Untuk urai antrean BPJS. Akan kami coba agar sistemnya terintegrasi jadi bisa lebih cepat. Karena di BPJS juga ada verifikasi, jangan sampai keliru mengesahkan SEP (Surat Eligibilitas Peserta). Kami ingin pasien bisa cepat dilayani,” tegasnya.