Pembangunan Gedung Relokasi Rutan Boyolali Dilanjutkan. Ini Anggaran yang Dialokasikan Pemkab Boyolali

Bupati Boyolali Seno Samodro peletakan batu pertama pembangunan Rutan Boyolali, Sabtu 9 Desember 2017. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pemkab Boyolali mengalokasikan anggaran mencapai Rp 7,9 miliar tahun 2018. Dana ini untuk melanjutkan pembangunan gedung relokasi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2B Boyolali. Pembangunan gedung ini di Dusun Masahan, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Rutan Kelas IIB Boyolali di Jalan Merbabu yang akan direlokasi ke wilayah Mojosongo. (Yulianto/Fokusjateng.com)

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tuang (DPU-PR) Boyolali Arief Gunarto menjelaskan, dana tersebut meneruskan pembuatan pagar. Dengan kelanjutan pembangunan ini untuk membangun pagar keliling setinggi 6 meter.

“Konstruksi cor dengan panjang 92 meter keliling. Targetnya bisa selesai pada tahun ini,” terangnya Rabu 17 Januari 2018.

Selain membangun pagar beton, tahun ini juga melanjutkan pembangunan hunian rutan blok laki-laki. Bangunan untuk hunian ini luas bangunannya mencapai 1.072 meter persegi.

“Ini (pembangunan gedung) sesuai dengan Kepmen Kehakiman dan HAM RI (Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia),” jelas dia.

Lantas blok wanita dan dua blok lagi untuk laki-laki akan diteruskan tahun anggaran berikutnya. “Rutan ini bisa menampung 480 warga binaan laki-laki dan 15 wanita,” paparnya.

Selain bangunan hunian warga binaan, Rutan juga akan dilengkapi dengan ruang Balai Latihan Kerja (BLK), Poliklinik, serta tempat-tempat ibadah. “Direncanakan pembangunannya baru selesai pada akhir 2019. Karena pembangunannya dilakukan secara bertahap,” katanya.

Landarasan relokasi Rutan Boyolali dari Jalan Merbabu ke wilayah Mojosongo ini mengingat kapasitas rutan overload. Rutan Boyolali yang seluas 184 meter persegi hanya dihuni 38 orang, namun jumlah penghuni saat ini lebih dari 150 orang warga binaan.