FOKUS JATENG-SRAGEN-Ratusan pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Sasono Langen Putro Sragen, kembali menggelar aksi Senin 26 Februari 2018. Mereka jalan kaki mulai dari alun-alun hingga Gedung DPRD Sragen.
Aksi Long march ini sudah dilakukan oleh PKL sudah yang kali kedua. Para pedagang membawa poster dan MMT yang bertuliskan “Jangan Membuat Kebijakan yang Menyengsarakan Wong Cilik”. Ada juga tulisan yang dipasang di sepeda motor dengan tulisan “Nyuwun Welase Bu Yuni Tetep Dodol Neng Alun-Alun”.
Suwardi, mewakili para pedangang mengatakan, tempat jualan yang saat ini di kompleks Stadion Taruna dinilai sangat sepi. “Iya ini (aksi, Red) yang ke dua kali. Intinya kita hanya minta bisa jualan di alun-alun lagi. Karena apa? Di tempat lokasi saat ini sangat sepi sekali,” keluhnya.
Jika nanti tetap tidak diizinkan jualan di alun-alun, mereka akan tetap meminta. Sebab para PKL tidak menyetujui dipindah di tempat baru. “Intinya kami tetap meminta tolong Bu Yuni agar kami bisa berdagang di alun-alun. Kami siap manut aturan di alun-alun,,” tegas dia.