Situasi Merapi Aman, Ratusan Warga Tlogolele Selo Boyolali Kembali dari Tempat Pengungsian

Warga Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, mengungsi di balai desa setempat Senin malam 21 Mei 2018. Pada Selasa pagi 22 Mei 2018 sudah kembali ke rumah masing-masing. (Istimewa/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi membuat ratusan warga Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, mengungsi ke balai desa setempat Senin malam 21 Mei 2018. Status aktivitas Gunung Merapi itu juga dinaikan dari level 1 (normal) menjadi level 2 (waspada).

Meski sempat mengungsi, namun pada Selasa pagi 22 Mei 2018, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka kembali dari balai desa setelah dinilai aman. “Sudah pulang (warga) Mas,” kata Kepala Desa (Kades) Tlogolele Widodo, kepada wartawan melalui sambungan telepon.

Warga memilih ke balai desa untuk mengungsi sementara pada malam itu. Sebab dusun setempat hanya berjarak sekitar 3,5 kilometer dari puncak Merapi. Selain daerah terdekat Merapi, juga karena letusan freatik yang menyebabkan embusan asap tebal setinggi 3,5 kilometer. “Yang mengungsi dari dua dusun. Yaitu Stabelan dan Takeran,” papar kades.

Meski menjadi daerah terdekat puncak Merapi, namun Desa Tlogolele tidak terjadi hujan abu vulkanis. Embusan angin mengarah ke barat sisi selatan, sehingga yang terguyur hujan abu yakni wilayah Magelang dan sekitarnya.

Malam itu, jumlah warga Desa Tlogolele yang mengungsi mencapai 362 jiwa. Terdiri balita 35 orang, lansia 12 orang, anak-anak 39 orang, remaja 41 orang serta ayah dan ibu 235 orang. “Pagi hari sudah pulang ke rumah masing-masing,” terang Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Purwanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, aktivita Gunung Merapi mengalami peningkatan. Sehingga pihak BPPTKG Yogyakarta meningkatkan status dari level 1 (normal) menjadi level 2 (waspada). BPPTKG mengimbau kepada masyarakat tetap tenang dan selalu waspada.