FOKUS JATENG – BOYOLALI – Puncak Gunung Merapi muncul kubah lava baru. Untuk mengantisipasi erupsi, warga yang bertempat tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III meningkatkan kewaspadaan. Meski waspada, namun warga tetap beraktivitas normal Senin 20 Agustus 2018.
Kepala Dusun (Kadus) Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Maryanto mengatakan, wilayahnya berjarak sekitar 3 kilometer dari puncak Merapi. Kini masyarakat beraktivitas biasa lantaran sedang panen tembakau.
“Memang warga sudah mengetahui adanya kubah lava baru. Warga meningkatkan kewaspadaan, sewaktu-waktu harus mengungsi, kami siap. Kami warga disini ikuti instruksi pemerintah,” terangnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalakhar) BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana gunung Merapi. Khususnya masyarakat di wilayah KRB III.
Di Kabupaten Boyolali, wilayah yang masih KRB III bencana erupsi Gunung Merapi yaitu sebagian di wilayah Desa Tlogolele, Desa Klakah dan Jrakah. “Yang paling tinggi Dukuh Stabelan (Desa Tlogolele),” papar dia.
Status Gunung Merapi saat ini masih dalam level waspada. Sesuai rekomendasi BPPTKG, wilayah KRB III harus mendapatkan perhatian. Maka pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat.
“Apabila terjadi peningkatan status ke siaga, itu mau tidak mau, suka tidak suka (warga di KRB III) harus pindah atau turun (mengungsi) ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.
Di Desa Tlogolele, sudah memiliki tempat penampungan sementara (TPS) pengungsi. Yaitu di gedung olahraga desa setempat. TPS tersebut saat terjadi letusan freatik beberapa waktu lalu, juga sudah digunakan warga dari Dukuh Stabelan dan Takeran untuk mengungsi. Bambang Sinung mengatakan, di TPS tersebut akan segera dibangun MCK dan dapur umum.
Lebih lanjut, Bambang mengemukakan pada tanggal 13 – 14 Agustus 2018 lalu pihaknya juga baru saja menggelar sosialisasi di Kecamatan Selo dengan menghadirkan pihak BPPTKG. Sosialisasi dilakukan dengan tujuan masyarakat bisa lebih siap jika status gunung Merapi meningkat.