FOKUS JATENG – SRAGEN – Proyek pembangunan Pasar Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, baru diresmikan April 2018. Namun bangunan senilai Rp 13,7 miliar ini kondisinya kini sudah mulai rusak. Seperti bangunan mengalami retak, mulai dari pintu masuk, dinding lantai satu dan dua, anak tangga lantai dua yang berada di sebelah timur dan beberapa keramik lantai mengalami pecah.
Kondisi pasar tradisional ini kini banyak dikeluhkan oleh sejumlah pedagang dan pengunjung pasar. Ketika fokusjateng.com ke Pasar Sumberlawang Senin 20 Agustus 2018, terlihat beberapa pekerja sedang merenovasi dan memperbaiki sejumlah bangunan yang rusak.
Didin Edi (42), pengawas proyek menjelaskan, pekerja saat ini sedang memperbaiki bangunan yang retak. Pada bagian tangga hanya retak membujur. Tapi dinilai berbahaya, maka dijebol sekalian.
“Saya cor ulang biar aman. Kalau bangunan retak ini sudah berapa bulan saya sendiri tidak tahu. Saya di sini hanya disuruh benarkan saja,” terangnya.
Dalam memperbaiki bangunan ini, dirinya mempekerjakan belasan orang. Tenaga lepas ini bekerja sejak pagi dan malam bekerja lembur.
“Ini yang diperbaiki samping timur. Keramik depan kantor yang retak memanjang terus tangga yang retak. Target pengerjaan 2 sampai 3 minggu,“ ujar Didin.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen Boghy Yaeno Wibowo menjelaskan, perbaikan sejak awal Agustus 2018. Diharapkan rampung pada akhir Agustus ini. Saat ini terkait kondisi bangunan tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor.
”Ini perbaikan masih belum selesai. Jika ini selesai, kita cek, baru FHO Agustus ini,” jelasnya.
Pihaknya tidak memberikan peringatan pada kontraktor yang membangun tersebut. Catatan yang diberikan pada kontraktor tersebut hanya mewajibkan memperbaiki titik yang rusak.
”Tidak kami berikan peringatan, karena ada itikad baik untuk memperbaiki,” tegasnya.
Sementara itu, Sekda Sragen Tatag Prabawanto meminta pihak rekanan untuk bertanggung jawab atas kerusakan pasar ini. Saat ini proyek masih dalam masa pemeliharaan sehingga tanggung jawab perbaikan ada di pihak rekanan.
”Kami minta pihak rekanan segera memperbaiki kerusakan,” tandas dia.