PEREKONOMIAN: Pemkab Boyolali Relokasi Pasar Kayu Sidodadi ke Singkil

Pasar kayu yang baru di Singkil, Desa Karanggeneng, Boyolali. (Dok. Diskominfo Boyolali/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali terus bergerak memperhatikan keberadaan pasar sebagai penunjang perekonomian rakyat. Keberadaam pasar di Boyolali yang terkesan kumuh akan direvitalisasi hingga direlokasi ke tempat berbeda agar menjadi rapi, bersih menghilangkan kesan kumuh. Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali, sebanyak 25 pasar telah berhasil diubah menjadi pasar yang bersih dan sehat.

Dijelaskan Kepala Disdagperin Kabupaten Boyolali, Karsino bahwa pembangunan pasar yang bersih dan sehat merupakan salah satu upaya Pemkab Boyolali dalam hal menata dan mempercantik tampilan pasar.

“Bupati mengingingkan revitalisasi pasar – pasar tradisional itu berupa lingkungan yang sehat dan bersih, sehingga penjual dan pembeli dapat nyaman disitu. Tidak terkesan kumuh seperti pasar yang diasumsikan oleh masyarakat selama ini,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, pada Rabu (26/9).

Upaya yang cukup jelas terlihat baru – baru ini yakni pemindahan pasar kayu yang semula berada di Sidodadi; Kelurahan Siswodipuran kini akan berlokasi di kawasan Singkil; Desa Karanggeneng. Pasar tersebut menempati lahan seluas 2000 meter persegi milik salah satu Badan Usaha Milik Daerah di Boyolali. Saat ini pasar kayu telah diresmikan dan dapat mulai ditempati para pedagang.

“Kami memindah pasar yang lama karena akan ada penataan Stadion Pandanaran (Lapangan Sonolayu) dan di lokasi yang baru tidak ada kios tetapi los,” ungkapnya.

Ditambahkan pula, pasar kayu yang akan digunakan pedagang mampu menampung 53 pedagang yang kesemuanya sudah memiliki tempat menggelar dagangannya. Menelan anggaran Rp 952.000.000 los pasar kayu ini berukuran 36×17 meter dengan pavingisasi seluas 300 meter pesegi.