FOKUS JATENG-BOYOLALI-Yasmi (77) dan Tiyem (80), kakak-beradik lanjut usia (lansia) di Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah tetap saling menjaga hingga masa tua. Kedua lansia itu mendiami pendapa rumah milik tetangganya di Dusun Gebang, Desa Kalinanas.
Di pendopo berlantai tanah itu, hanya terdapat tempat tidur sederhana. Untuk menahan dingin dan tempias air hujan, tempat tidur itu di kelilingi kain terpal. Puluhan tahun, mereka berdua tinggal di di tempat bekas kandang kambing tersebut. Lampu penerangnya hanya sepuluh watt dan menyala saat malam hari saja.
Kendati sudah renta, keduanya masih sanggup bekerja untuk memeneuhi kebutuhannya, beruntung para tetangga sering memberi bantuan makanan. Namun jika salah satu menurun kesehatannya, maka hanya duduk dipembaringan ditemani saudaranya.
Saat jajaran Fraksi PDIP mengunjungi, nenek Tiyem sedang mengalami masuk angin, dia duduk dipembaringan ditemani adiknya, Yasmi yang sesekali menyanyikan tembang tembang jawa.
“Nenek Yasmi dan Tiyem ini dulu bekerja sebagai petani. Namun saat ini sudah tidak mampu bekerja, terkadang dibantu tetangga,” jelas tokoh masyarakat setempat, Karli (45).
Dijelaskan, pendapa rumah yan ditempati saat ini adalah milik warga. Karena hanya menumpang, keduanya tak memiliki wewenang mengatur pendapa. Bahkan, keduanya harus rela berbagai dengan kambing milik tetangga yang juga dibuatkan kandang di pendapa tersebut.
Setahu Karli, kedua nenek itu sudah tinggal di pendapa tersebut sejak lama. “Bahkan, sejak saya masih kecil, kedua nenek itu sudah tinggal di situ. Pernah ada famili datang dan mengajak tinggal bersama, namun ditolak,” tuturnya.
Yang merepotkan, imbuh Karli, jika salah satu nenek sakit. Seperti saat ini, Tiyem sakit masuk angin. Yasmi pun dengan setia terus menunggui. Dia hanya meninggalkan sang kakak saat memasak di dapur, persis di samping tempat tidurnya.
Kondisi itu memantik simpati FPDIP DPRD Boyolali, mereka pun menyempatkan diri mendatangi langsung ke tempat dua nenek itu tinggal.
Mereka juga membawa bantuan bagi kedua nenek itu. Antara lain, bantuan kasur, selimut dan sembako. Bantuan diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari- hari. Selimut dan kasur bisa dimanfaatkan untuk tidur agar terhindar dari udara dingin.
“Kami prihatin dengan kondisi Mbah Yasmi dan Tiyem. Semoga senantiasa diberikan kesehatan. Kami berharap dari dinas kesehatan dapat membantu memantau kesehatan. Demikian juga Dinsos ikut memikirkan kesejahteraan kedua nenek ini, ” ujar anggota FPDIP Agung Supardi.