FOKUS JATENG-SRAGEN-Ratusan masyarakat Sragen berkebutuhan khusus berkumpul bersama di Gedung IPHI Nglorog, Sragen, Senin 3 Desember 2018. Acara yang mengusung tema “Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas” ini dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2018.
Ratusan penyandang disabilitas tersebut berasal dari beberapa daerah di Bumi Sukowati. Bebagai kegiatan mewarnai keceriaan kaum difabel di Sragen. Salah satunya adalah dengan pawai kendaraan sepeda motor, bagi – bagi nasi kotak pada glandangan, pengemis yang berada di sepanjang jalan raya Sukowati, donor darah.
Selain itu, di Hari Disabilitas kali ini juga diisi dengan kegiatan pembagian SIM D, khusus kaum disabilitas yang telah lulus ujian SIM baik teori maupun praktek yang telah di tetapkan.
Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, kepada fokusjateng.com menyampaikan, pemberian SIM D pada kaum Disabilitas tidak ada perbedaan. ”Berdasarkan undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan, diperkenankan bahwa rekan-rekan disabilitas dengan menggunkan kendaraan khusus. Teman-teman disabilitas ini bisa mempunyai SIM D khusus,” terangnya.
Selain itu, dikatakan, penyandang disabilitas dalam mendapatkan SIM beberapa hari lalu juga harus melalui prosedur. ”Prosedur ya mulai dari pendaftaran, mengisi formulir kemudian tes dan ujian praktek selain itu juga harus dipenuhi surat keterangan dokter, untuk biayanya sesuaikan dengan biaya undang undang membayar PNBP sebesar Rp 50 ribu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Organisasi Penyandang Disabilitas Sragen (Pobis) Sugiyanto menyambut baik adanya program SIM D ini. Pasalnya, menurut dirinya selama ini ketika ada razia polisi di jalan banyak teman-teman disabilitas yang ketakukan karena tidak memiliki SIM.
”Saya sangat senang sekali saya sampaikan pada bapak kasat lantas polres sragen yang sudah peduli pada kami, untuk mendapatkan SIM D, sehingga kami memiliki hak yang sama dalam bermasyarakat berkendara dan berlalu lintas,” bebernya.