Polres Boyolali Dalami Motif Penganiaya Dua Korban yang Idap Gangguan Jiwa

ilustrasi (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Arga Anggara (28), penganiaya dua orang yang mengalami gangguan jiwa sudah ditangkap polisi. Untuk penyelidikan lebih lanjut, Polres Boyolali mendalami motif aksinya itu.

Arga yang nekat yang telah membunuh gelandangan atau orang gila. Pasalnya, sebelumnya dia juga pernah menusuk orang gila lainnya hingga ususnya terburai keluar.

“Masih kami dalami terkait yang bersangkutan (tersangka) ini melakukan kekerasan kepada orang yang mengalami gangguan jiwa,” papar Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto, Selasa 18 Desember 2018.

Dari pengakuan tersangka kepada penyidik, kekerasan itu dilakukan karena merasa jengkel dengan korbannya. Kasus pertama, tersangka yang dilakukan kepada orang gila bulan Agustus 2018 lalu, tersangka mengaku marah kepada korban. Karena orang gila yang berkeliaran di Pasar Sunggingan tersebut hendak buang air besar di depan toko.

“Tersangka ini mengingkatkan sambil marah-marah kepada korban agar tidak buang hajat di depan toko. Tapi kemudian, dia mengikuti korban lalu menusuknya menggunakan pisau,” jelasnya.

Akibat perbuatan itu, korban mengalami luka parah dengan kondisi usus terburai keluar. Beruntung, nyawa korban bisa diselamatkan. Korban saat itu langsung dibawa ke rumah sakit Pandan Arang, Boyolali oleh petugas yang datang ke lokasi kejadian.

Sedangkan kepada Arifin (33), yang ditusuk di jalan Pandanaran, kampung Prambaman, Kelurahan Banaran, Boyolali Kota, tersangka juga mengaku kesal dengan korban. Penyebabnya, karena terus dimintai rokok oleh korban, padahal sudah diberi dan masih panjang.

“Masih terus kami dalami, tersangka ini seperti apa,” imbuhnya.

Petugas juga mendalami tentang perilaku maupun rekam jejak tersangka yang disebut hanya lulusan Taman Kanak-kanak ini.

Menurut Willy, dari hasil pemeriksaan ternyata tersangka ini juga selalu membawa pisau kecil di dalam tasnya. Pisau itu yang digunakan tersangka untuk menusuk korban, Arifin hingga ususnya terburai dan akhirnya tewas pada Sabtu (15/12/2018) dini hari lalu. “Pisau selalu dibawa,” terangnya.