Harga Daging Ayam Meroket di Boyolali, Ini Penyebabnya

Petugas TPID Boyolali mengecek daging ayam yang dijual pedagang. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Tingginya permintaan membikin harga daging ayam kembali meroket. naiknya harga ayam ini terjadi sejak sepekan ini.

Informasinya yang dikumpulkan, sejak sepekan lalu, harga ayam dipasaran mulai merangkak naik. Secara bertahap yang tak terlalu siginifikan, harga ayam yang semula berkisar antara Rp 25-30 ribu perkilogramnya, kini menjadi Rp 34 ribu perkilogramnya.

Parmi (40) pedagang ayam di pasar tradisional Sambi mengatakan, kenaikan harga daging ayam ini terjadi sejak sepekan lalu. Banyaknya permintaan dari masyarakat, untuk gelaran hajatan membikin komoditas lauk-laukan ini mengalami kenaikan.

“Libur Natal dan tahun baru juga memicu tingginya tingkat konsumsi masyarakat,” tuturnya Selasa 25 Desember 2018.

Kenaikan harga daging ayam  hampir setiap tahun terjadi. Diperkirakan harga daging ayam masih akan terus merangkak naik hingga berakhirnya tahun baru nanti. “Masih akan naik terus kelihatannya,” ujarnya.

Diyah Ayu (24), pedagang ayam di pasar Gagan, Kecamatan Ngemplak, mengaku prihatin dengan kenaikan harga ayam ini. meskipun tak berpengaruh pada menurunnya permintaan, namun para pedagang cukup merasakan.

“Kulakannya kan sudah mahal. Jadi modalnya juga harus besar,” tutur dia.

Sementara itu, Saliyem (56), warga desa Canden, mengatakan tak hanya dagung ayam saja yang naik, telur yang sudah naik terlebih dulu membikin masyarakat tak punya pilihan. Begitu juga dengan ikan lele, yang harganya lebih dari Rp 22 ribu perkilogramnya. “Semua naik,” katanya.

Sementara situs E-Pangan, Dinas ketahanan pangan (DKP) Boyolali, yang biasanya menampilkan informasi harga pangan tak bisa diakses.