FOKUS JATENG-SOLO-Pengurus organisasi UKM-IKM (Usaha Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah) Nusantara menggelar rapat koordinasi di D’Living Resto Jalan Komodor Yos Sudarso, Gajahan, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah Jumat malam 4 Januari 2019.
Selain pengurus, acara tersebut juga dihadiri ILUNI SMA Batik Surakarta angkatan 1995. Kegiatan tersebut membahas beberapa agenda, di antaranya proggram UKM-IKM Nusantara di Jawa Tengah, program permodalan, pengembangan wirausaha dan rencana kegiatan ILUNI tahun 2019.
“Selama tahun 2018, kami telah melakukan pendampingan pelaku usaha kecil menengah dan industri kecil menengah di beberapa daerah. Nah, program ini kami lanjutkan tahun berikutnya, yaitu tahun 2019. Harapan kami Solo dan Sukoharjo dapat maksimal dalam pengembangan wirausaha,” terang Ibrahim Wahyu, pengurus UKM-IKM Nusantara Soloraya.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) UKM-IKM Nusantara Candra Manggih Rahayu terus menyampaikan suport kepada para pengurus. Sebab, dalam organisasi tersebut diutamakan dalam pendampingan dan pemberdayaan di tengah masyarakat.
“Hidup sekali harus bermanfaat. Apapun itu bentuknya, sekecil apapun harus bermanfaat untuk umat. Tanpa melihat suku budaya maupun agama,” tegasnya.
Dikatakan, UKM-IKM Nusantara merupakan organisasi independen. Yakni tidak menyentuh partai politik (parpol). “Kami independen. Fokus pemberdayaan masyarakat untuk berwirausaha,” kata dia.
UKM-IKM Nusantara merupakan perkumpulan para pelaku dan penggiat Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia. Organisasi ini sebagai wadah untuk memperjuangkan aspirasi ekonomi para pelaku UKM dan IKM. Yakni menjunjung semangat membangun ekonomi dengan potensi kekuatan sendiri, sehingga mampu mandiri dalam persaingan yang terus mengelobal dewasa ini.
UKM IKM Nusantara sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mempunyai visi kolaboarsi dan sinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah, BUMN, BUMD, BUMS dan stakeholder lain yang peduli akan kemajuan UKM dan IKM di Indonesia.