Pemuda Kurang Mampu di Jawa Tengah Tembus 3.877.890 Orang

Perwakilan dari USAID dalam acara audiensi kegiatan Dana SINERGI dari USAID, Bambang Wicaksono di Ruang Sadewa Kantor Bupati Boyolali pada Jumat (8/2). (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Berdasarkan data di Provinsi Jawa Tengah memiliki jumlah pemuda kurang mampu dan rentan sebanyak 3.877.890 orang atau mencapai 25,46 % total penduduk miskin. Selanjutnya terdapat 1.574.115 orang penduduk miskin di empat daerah yakni Kabupaten Semarang, Demak, Boyolali dan Kota Semarang dengan prosentase 26.07 % merupakan kalangan adalah pemuda.

Atas hal tersebut United States Agency for International Development (USAID) melakukan program di empat daerah tersebut untuk meningkatkan kesempatan kaum muda miskin dan rentan memasuki pasar kerja dengan nama Sinergi/Kelompok Aksi (Poksi) Ketenagakerjaan Inklusif Jawa Tengah.

“Tujuan kami memperkuat koordinasi pemangku kepentingan di tingkat nasional dan daerah untuk meningkatkan kesempatan kaum muda miskin dan rentan memasuki pasar kerja,” terang perwakilan dari USAID dalam acara audiensi kegiatan Dana SINERGI dari USAID, Bambang Wicaksono di Ruang Sadewa Kantor Bupati Boyolali pada Jumat (8/2).

Dengan program dengan periode 2018-2021 ini mengambil sasaran kaum muda usia 18-34 tahun, kurang mampu secara ekonomi dan rentan termasuk penyandang disabiltas yang berpenghasilan kurang dari Rp 700 ribu. Sehingga Bambang mengharapkan program ini berdampak pada peningkatan akses kaum muda miskin dan rentan kerja.

“Kami mengharapkan program ini berdampak dalam meningkatkan akses kaum muda miskin dan rentan terhadap informasi pasar kerja, pelatihan dan kesempatan kerja. Selain itu juga akan semakin membaiknya koordinasi antar institusi baik di tingkat nasional dan daerah untuk meningkatkan kesempatan kerja termasuk bagi penyandang disabilitas,” imbuh Bambang.

Di wilayah Kabupaten Boyolali dijelaskan bahwa program ini menyasar di tiga Desa yang menyasar pada 18 kaum muda. Dari jumlah tersebut 9 pemuda bekerja di sektor informal, sementara 9 orang lainnya berwirausaha. Tiga Desa tersebut yakni Desa Krasak; Kecamatan Teras, Ngadirojo; Kecamatan Ampel dan Klewor; Kecamatan Kemusu.

Selanjutnya dalam menjalankan program tersebut, USAID bekerjasama dengan pemerintah daerah dan perusahaan berusaha untuk dapat mencapai target 2000 pemuda memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Selain itu pihaknya juga berharap mencapai 3000 pemuda memperoleh pelatihan kerja dan 10.500 pemuda memperoleh akses informasi kerja. Target tersebut dicapai dengan langkah diantaranya rekrutmen kaum muda penerima manfaat, penyelenggaraan pelatihan kerja, pendampingan paska pelatihan kerja hingga penempatan kerja.

Sementara Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat yang menerima tim USAID mengapresiasi atas program tersebut. Selain untuk mengurangi pengangguran, juga merupakan langkah penting memperhatikan kaum disabilitas.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Boyolali menyampaikan terima kasih karena Desa yang mendapat perhatian. Ke depan perhatian tersebut bagaimana pengurangan angka pengangguran dan utamannya terkait pengurangan angka kemiskinan dapat turun secara nyata,” harap Wabup Said singkat.