Warga Didorong Manfaatkan Bahan Pangan Non Beras dan Terigu

Lomba Cipta Menu Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) Tingkat Kabupaten di halaman Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Boyolali, Rabu 20 Maret 2019. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Warga Boyolali terus didorong untuk memanfaatkan bahan pangan non beras dan terigu. Langkah tersebut selain menghemat biaya sekaligus juga memanfaatkan potensi lokal.

“Jangan sampai warga hanya terpaku pada bahan pangan atau sumber karbohidrat beras dan terigu,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Boyolali, Desy M. Said Hidayat saat menghadiri Lomba Cipta Menu Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) Tingkat Kabupaten di halaman Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Boyolali, Rabu 20 Maret 2019.

Menurut Desy, beragam sumber pangan non beras mudah diperoleh di masyarakat. Diantaranya, jagung, ubi, ganyong, talas, singkong dan ketela. Tanaman tersebut sangat mudah tumbuh di halaman dan kebun warga.

“Potensi besar pangan bersumber non beras ini mudah didapatkan di Boyolali, baik di pekarangan ladang ataupun sawah,” kata Desy di sela lomba yang diikuti 19 tim TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Boyolali.

Pihaknya mengimbau kaum ibu untuk selalu mensosialisasikan program pangan non beras. Hal itu bisa dilakukan dalam pertemuan PKK di setiap tingkatan hingga tingkat dukuh dan Rt. Mengingat, selain beras sebagai sumber pangan utama, Boyolali memiliki potensi melimpah berupa sayuran dan buah buahan yang bisa diolah sebagai bahan pangan pengganti.

“Bagaimana cara kita mengolah dan mengkreasikan bahan pangan tersebut agar menjadi sumber karbohidrat yang disukai oleh keluarga, sehingga setidaknya bisa mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu,” lanjutnya.

Sementara Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat menambahkan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya nyata dalam rangka mendorong masyarakat untuk mengenal, mengolah dan mengkonsumsi sumber-sumber pangan lokal Boyolali dengan tetap berpedoman pada keseimbangan gizi.

“Wujud kekayaan dan keanekaragaman menu di Boyolali dari hasil karya cipta ibu mampu menghasilkan menu dari produk lokal,” katanya.

Sedangkan hasil penilaian tim dewan juri yang terdiri dari unsur Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, pelaku usaha pangan lokal, dan TP PKK Kabupaten Boyolali. Diketahui, juara III diraih TP PKK Kecamatan Boyolali, juara II diraih TP PKK Kecamatan Cepogo, dan TP PKK Kecamatan Simo yang menjadi juara I berhak mewakili Kabupaten Boyolali maju dalam lomba cipta menu pangan B2SA tingkat provinsi.