FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pelaksanaan rekrutmen Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Boyolali akan memasuki tahap pemberkasan. Sebanyak 237 orang berhasil lolos seleksi dengan menggunakan sistem computer assisted test (CAT) yang digelar Sabtu (23/2) yang lalu di laboratorium komputer di SMKN 1 Boyolali.
Mereka terdiri dari 117 orang Tenaga Honorer Kategori II (K2) dan 60 orang penyuluh pertanian. Sementara itu terdapat 60 peserta yang tidak lolos seleksi dikarenakan tidak mencapai passing grade saat test CAT.
Dijelaskan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kabupaten Boyolali, Agus Santosa bahwa peserta harus segera mencari persyaratan pendukung guna melengkapi pemberkasan agar segera mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Terdapat perbedaan yang mendasar antara Pegawai Negeri Sipil dengan PPPK, yakni adanya kode 21 yang akan tersemat pada NIP PPPK.
“Minggu depan kita sudah mulai menerima pemberkasan, segera. Nanti kita cek, kita dokumentasi, segera kita bawa ke [Kanreg I Badan Kepegawaian Negara] BKN Yogyakarta untuk mendapatkan persetujuan NIP untuk PPPK,” jelas Agus saat pengarahan pemberkasan PPPK yang telah lolos seleksi di Aula BKP2D, pada Selasa (9/4).
Sesuai dengan ketentuan, peserta yang lolos seleksi PPPK Kabupaten Boyolali, diwajibkan untuk melakukan pemberkasan dengan melengkapi persyaratan. Antara lain yang harus dipenuhi dalam persyaratan yakni pas foto, fotocopi ijazah, fotocopi akreditasi universitas, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Keterangan Sehat jasmani dan Rohani, dan lain sebagainya. Sehingga diharapkan para peserta dapat melengkapi berkas tepat waktu.
“Bupati Boyolali sangat concern (perhatian) memikirkan masyarakat, memikirkan pendidikan, memikirkan juga masalah pertanian,” ungkapnya.
Salah satu peserta yang mengikuti pengarahan Djuman mengaku senang dengan adanya seleksi PPPK. Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Selo yang telah mengabdi selama 16 tahun ini sangat bersyukur karena dia lolos seleksi.
“Ada kejutan, katakanlah kalau dulu selalu berjuang dan berjuang tanpa ada kepastian, sekarang saya senang. Karena ini merupakan amanah yang otomatis saya akan semampunya untuk menjalankan sebaik baiknya, lebih baik dari yang kemarin,” kata warga Desa Catur; Kecamatan Sambi ini.