FOKUS JATENG-SOLO-Kampanye akbar pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) Prabowo-Sandi digelar di Stadion Sriwedari Solo, Rabu 10 April 2019. Sebagian massa yang memenuhi tengah stadion adalah Relawan Prabowo-Sandi (PADI) Berkarya.
Meski baru terbentuk 10 hari yang lalu, namun PADI Berkarya akhirnya bisa mengikuti kampanye akbar Paslon O2 Prabowo-Sandi tersebut. Seperti diketahui, Relawan PADI Berkarya ini dimotori oleh Iwan HMS.

Relawan PADI Berkarya ikut kampanye Capres-Cawapres Prabowo-Sandi di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu 10 April 2019. (credit-Istimewa/Fokusjateng.com)
HMS sendiri adalah sebuah organisasi loyalis mantan Presiden Soeharto dengan kepanjangan Haji Muhamad Soeharto. Sedangkan Iwan sendiri yang dulu pernah juga menjadi salah satu penggerak Partai Berkarya di Soloraya pada awal-awal terbentuknya Partai Berkarya di Soloraya yang meliputi Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Sragen, dan Kabupaten Boyolali.
“Walaupun kini tidak lagi menjadi pengurus di struktural partai, namun Iwan HMS tetap memegang komitmen ingin membesarkan Partai Berkarya. Dengan harapan, yakni Trilogi Pembangunan bisa dilanjutkan lagi,” terang Ketua PADI Berkarya Sukoharjo Joko Sarwono, SE.
Munculnya Relawan PADI Berkarya ini berangkat dari keprihatinan dengan kondisi internal partai, terutama DPD Kabupaten Sukoharjo. Dimana seharusnya Partai Berkarya bisa memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) dan potensi pertanian yang ada saat ini guna mendulang suara di Kabupaten Sukoharjo.
“Ternyata tidak dioptimalkan oleh pengurus struktural DPD. Akhirnya Iwan HMS menginisiasi untuk membentuk Relawan PADI,” tegas Joko.
Nah, ide tersebut disambut baik oleh salah satu calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Sukoharjo Ibrahim Wahyu. Caleg dari Partai Berkarya ini sangat mendukung terbentuknya Relawan PADI Berkarya. “Alhamdulillah pada hari ini (Rabu 10 April 2019) bisa turut bergabung dengan relawan lain menghadiri dan memeriahkan kampanye akbar Bapak Prabowo,” tuturnya, yang juga ikut dalam rombongan.
Pada kampanye akbar ini, dihadiri banyak tokoh ulama dan tokoh nasional. Seperti Titiek Soeharto dan Neno Warisman.