20 Rumah Sakit Mitra BPJS di Boyolali Diminta Proaktif Soal Akreditasi

Petugas BPJS Cabang Boyolali tengah melayani masyarakat Rabu 26 September 2018. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – BOYOLALI – Sebanyak 20 rumah sakit dan satu klinik di Boyolali diimbau untuk mengurus masalah akreditasi sebagai salah satu syarat utama kelanjutan kerja sama sebagai mitra Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Boyolali.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Juliansyah menjelaskan, dari sebanyak 21 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), terdiri dari 20 rumah sakit dan satu klinik kesehatan di Boyolali dan Klaten.

Dari 20 sakit mitra BPJS Cabang Boyolali, satu rumah sakit, yakni RS PKU Aisyiyah yang paling mendesak mengurus akreditasinya, sebab masa akreditasi rumah sakit yang berlaku selama tiga tahun tersebut sudah hampir habis. Akreditasi untuk rumah sakit ini menjadi persyaratan sesuai Undang-undang, untuk menjamin standar pelayanan kesehatan rumah sakit yang bermutu.

“Sebenarnya mereka sudah mengurus akreditasi ke Komite Akreditasi RS (KARS) sejak Januari lalu, namun harus antri sehingga proses akreditasi oleh petugas KARS sesuai jadwal baru dilakukan 22 Mei, padahal masa akreditasinya berakhir satu Juni. Ada beberapa rumah sakit di Boyolali dan Klaten yang masa akreditasinya hampir habis, tapi RSU PKU Aisyiah yang paling mendesak,” katanya Juliansyah, Kamis (2/5/2019) siang .

Mepetnya waktu antara pengurusan akreditasi dan batas waktu, pihaknya sudah menyarankan kepada RS PKU Aisyiah untuk meminta sounding dengan KARS untuk memajukan jadwal. Sebab bila melewati 1 Juni proses akreditasi belum selesai, atau minimal sudah lolos tapi proses administrasinya belum rampung, kerjasama dengan BPJS terpaksa dihentikan dan akan berdampak pelada peserta JKN-KIS yang pelayanan kesehatannya merujuk kepada rumah sakit tersebut.

Dampak yang cukup krusial atas potensi pemutusan kerja sama tersebut, sambung Juliansyah, yakni akan terganggunya pelayanan kesehatan yang penyakit butuh perawatan dan kontrol rutin.

“Antisipasi kemungkinan terburuk bila kerjasama dihentikan, kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit lain untuk pemindahan layanan kesehatan yang mempunyai fasilitas serupa, misal untuk cuci darah, diabetes dan hipertensi. Sebab proses untuk cuci darah ini tak bisa tiba-tiba, harus dikoordinasikan dulu,” katanya.

RSU PKU Aisyiah sendiri dinilai cukup vital sebagai mitra BPJS. Sebagai rumah sakit kelas B, klaim pembayaran rumah sakit di wilayah Singkil, Boyolali Kota tersebut ke BPJS Kesehatan Cabang Boyolali tersebut mencapai Rp1 miliar/bulan. Artinya, peserta JKN-KiS yang mengakses pelayanan kesehatan di sana cukup besar.

“Kami menyakini akan lolos akreditasi sebab rumah sakit tersebut sudah berpengalaman, tapi ini masalah waktu saja,” tutup Juliansyah.